Ini Daftar Vitamin yang Bisa Bantu Tubuh Lawan COVID-19

Ilustrasi
Ilustrasi (Pixabay)

KLIKPOSITIF - Menjaga daya tahan tubuh adalah cara paling ampuh melawan virus corona atau Covid-19 yang saat ini sedang mewabah.

Salah satunya dengan cara memastikan tubuh mendapatkan asupan vitamin .

Dermatologist dr. Fellicia Henrica, SpKK berpendapat pada dasarnya tanpa perlu mengonsumsi vitamin tambahan dalam bentuk obat atau cairan, makan dengan gizi seimbang juga sudah mencukupi kebutuhan tubuh dan memperkuat daya tahan tubuh.

baca juga: Ada 2 Penambahan Positif COVID-19 di Sumbar, Jubir: Dari Limapuluh Kota dan Padang

"Kalau makan cukup 4 sehat 5 sempurna kebutuhan vitamin juga sebenarnya cukup. Cuma masa sekarang serba parno, boleh ditambah dengan vitamin ," kata dr. Fellicia dalam diskusi virtual di Instagram Live @skinnaire, beberapa waktu lalu.

Ia mengatakan pada dasarnya secara umum vitamin yang dibutuhkan untuk menjaga daya tahan tubuh adalah vitamin A, vitamin C, vitamin D, vitamin E, milenium, zinc, dan asam folat, juga kecukupan mineral.

baca juga: Sekolah di Masa New Normal, Guru PAI Dituntut Lebih Proaktif

Jadi menurut dr. Fellicia vitamin haruslah beragam, itulah mengapa disebut dengan multivitamin.

Tapi, sebenarnya ada nggak sih vitamin spesifik yang dibutuhkan untuk melawan Covid-19 ?

baca juga: Pandemi COVID-19, Momentum Transisi ke Energi Terbarukan

Berkaca dari terapi perhimpunan dokter yang menangani tatalaksana Covid-19, dr. Fellicia menyebut vitamin C, vitamin D, vitamin E dan zinc digunakan untuk terapi pasiem Covid-19.

"Khusus untuk Covid-19, itu memang dari tatalaksana Covid-19, yang disusun perhimpunan dokter, vitamin dan mineral ini juga dipakai buat terapi, seperti vitamin C, D, E dan zinc," paparnya.

baca juga: Ahli Sebut Indonesia Gagal Kendalikan Wabah COVID-19, Kenapa?

"Sekarang booming juga vitamin C dipakai sebagai terapi dengan dosis tinggi, itu dari perkumpulam dokter tatalaksana Covid-19," sambungnya.

Tapi tentu saja mengonsumsi vitamin tidak boleh berlebihan harus sesuai dengan petunjuk kemasan pada label atau jika pun diberikan vitamin oleh dokter harus sesuai dosis dan resep dokter.

Salah-salah bisa menyebabkan toksisitas, atau bisa merusak fungsi organ tubuh.

Toksisitas bisa terjadi pada vitamin C saat fungsi ginjal tidak bisa menyaring dengan baik. Sehingga vitamin C yang berlebih tidak bisa keluar lewat urin atau keringat.

"Memang cara kerjanya beda-beda. Harus multivitamin saling menunjang. Kalau vitamin C kelebihan sendiri, dibuang lewat urin dan keringat dengan dosis yang tepat dan kombinasi vitamin ," tutupnya.

Selain vitamin C, vitamin D juga larut lewat keringat dan urin. Tapi vitamin A, D, E, dan K hanya bisa larut lewat lemak.

Nah, saat lemak tidak keluar bahayanya adalah lambat laun bisa memicu toksisitas.

Sumber: suara.com

Editor: Rezka Delpiera