Kapan Waktu Terbaik Mengajarkan Anak Untuk Toilet Training?

Ilustrasi
Ilustrasi (Net)

KLIKPOSITIF - Belajar menggunakan toilet pertama kali bagi anak bisa jadi urusan yang susah-susah gampang.

Dilansir dari berbagai sumber, berikut beberapa tips untuk orangtua yang akan melakukan toilet training atau belajar menggunakan toilet pada anak . Kira-kira apa saja?

baca juga: Sistem PPDB Tahun Ini Bikin Pelajar Terancam Putus Sekolah, Mario Syahjohan: Harus Segera di Evaluasi

1. Tunggu sampai anak siap

Sangat tidak bijaksana untuk mulai melatih toilet kalau anak belum memiliki minat dan belum siap. Kalau sudah begitu, yang ada malah rasa frustrasi. Tanda kesiapan anak diantaranya bersembunyi saat buang air di popok, seperti pergi je belakang sofa atau tetap kering selama beberapa jam pada suatu waktu.

baca juga: Cegah Konflik Ditengah Masyarakat, Sekda: FKDM Harus Berperan Aktif

2. Buat jadwal

Terdengar aneh tapi membuat jadwal toilet training dalam rutinitas sehari-hari sangat penting. Setiap dua jam atau lebih, kunjungi kamar mandi atau sediakan pispot dan minta anak untuk duduk dan lihat apa yang terjadi.

baca juga: Lakukan Perlawanan, Polres Padang Pariaman Bekuk Pelaku Penusuk Wanita dengan Timah Panas

3. Berikan pujian

Apakah anak buang air kecil atau tidak melakukan apa-apa, tetap berikan pujian dan dorongan. Namun orangtua juga sangat disarankan untuk tetap tenang dan tidak melompat berlebihan saat anak berhasil melakukannya.

baca juga: Gambar Wali Kota Padang Diduga Jadi Cover Buku LKS , DPRD Akan Panggil Dinas Pendidikan

4. Jangan membuang waktu

Setelah orangtua melihat tanda-tanda anak akan buang air seperti berjongkok, memegang area selangkangan atau melakukan gerakan kebelet, cepat bawa ke toilet atau sediakan pispotnya.

5. Pilih celana yang mudah ditarik

Pada anak , waktu adalah hal yang sangat penting dan orangtua harus berusaha tetap tenang. Maka dari itu, sediakan celana yang super mudah ditarik ke atas dan ke bawah. Setelah anak terbiasa, ia tidak akan punya waktu untuk bermain-main dengan ritsleting.

6. Tunjukkan praktik kebersihan yang baik

Dari awal, penting untuk menunjukkan praktik kebersihan yang baik. Sangat penting untuk mengajarkan mereka menyeka dari depan ke belakang sesaat setelah buang air untuk menghindari terseretnya kuman. Ajarkan juga mencuci tangan sebagai rutinitas penting bahkan ketika anak hanya duduk di atas pispot dan tidak melakukan apa-apa. Tetap ajarkan mereka mencuci tangan.

7. Jangan memaksa

Jangan pernah memaksakan anak melakukan toilet training. Toilet training adalah satu dari empat tonggak perkembangan penting anak yaitu makan, tidur, berbicara, dan eliminasi. Jika anak tidak memiliki minat, jangan menyerah dan jangan memaksa. Hal itu dapat membuat latihan toilet lebih sulit untuk si kecil.

8. Gunakan peralatan yang tepat

Ada puluhan kursi toilet , pispot dan peralatan bermanfaat yang bisa digunakan orangtua untuk memudahkan proses atau setidaknya membuatnya lebih menyenangkan.

Editor: Eko Fajri