Bekerja dari Rumah Bisa Picu Kelelahan

ilustrasi
ilustrasi (net)

KLIKPOSITITF - Pandemi corona yang masih terjadi membuat banyak orang bekerja dari rumah. Bekerja dari rumah dalam durasi yang cukup lama ternyata dapat mengakibatkan kelelahan.

Hanya saja orang sering tak menyadari dirinya mengalami kelelahan atau burnout akibat bekerja di rumah. Karena, tidak ada orang yang mengawasi, mengingat untuk istirahat dan lainnya seperti di kantor.

baca juga: Awas, Banyak Tes Antibodi Virus Corona Palsu Dijual Onilne

Kepala Kesejahteraan Emosional di Nuffield Health Brendan Strett mengatakan bahwa bekerja terlalu keras di rumah bisa menjadi pemicu utama kelelahan. "Ada batasan berapa jam kita bisa bekerja berkelanjutan setiap harinya. Sebelum mengalami kelelahan, kita harusnya bisa mencari tindakan pencegahan atau mengatasinya," kata Brendan dikutip dari metro.co.uk

Berikut ini sejumlah indikasi seseorang mengalami kelelahan atau burnout akibat bekerja dari rumah:

baca juga: Ratusan Gajah Mati Misterius, Ahli Was-was Ada Virus Baru

Orang yang mulai merasakan kehabisan tenaga akan merasakan perasaan yang tidak berdaya dan memuncak. Anda juga mungkin akan merasakan penuh ketika terlalu banyak pikiran di kepala.

Setelah mencapai kelelahan, Anda mungkin akan merasa sulit menemukan solusi yang tepat untuk mengatasi masalah kecil. Anda mengalami perubahan suasana hati Orang yang mengalami kelelahan atau burnout juga akan mengalami perubahan suasana hati, seperti ledakan emosi atau iritasi.Anda mungkin membiarkan kondisi diri sendiri yang stres. Padahal stres jangka panjang bisa menyebabkan masalah kesehatan mental, seperti kecemasan, serangan panik dan depresi.

baca juga: Positif COVID-19 Kota Solok Kembali Bertambah

Saat membuka mata di pagi dan memejamkan mata di malam hari selalu pekerjaan Anda yang ada di dalam pikiran. Ketika Anda tidak bisa bekerja akibat wabah virus ini, seseorang cenderung akan memikirkan hal yang bisa dilakukan.

Situasi ini bisa menguras sumber daya tahan tubuhnya. Seseorang juga mungkin akan mengalami efek samping pada fisik, seperti pusing, kelelahan, sakit kepala, berkeringat dan sesak napas.

baca juga: Penelitian: Masalah Tidur saat Bayi Berkaitan dengan Kesehatan Mental di Usia Remaja

Saat kekurangan energi, Anda juga akan merasa sulit mendelegasikan tugas. Sehingga tak ada salahnya membagi tugas pada anggota tim yang sangat kompeten dan senior yang berpengalaman.

Anda terus-menerus memeriksa email. Anda memang disarankan tetap berkoordinasi dengan baik oleh rekan satu tim. Namun, kebiasaan memeriksa kotak masuk email secara kompulsif sampai larut malam bisa menjadi tanda burnout pada sesseorang.

Editor: Ramadhani