Dokter Paru RSUD Pasbar Sebut Bilik Disinfektan Tidak Efektif, Kenapa?

Ilustrasi
Ilustrasi (Istimewa)

PASBAR , KLIKPOSITIF - Bilik disinfektan yang bertujuan untuk membunuh Corona Virus Disease ( COVID-19 ) ternyata tidak efektif. Bahkan dapat berakibat iritasi terutama pada mukosa.

Hal itu dikatakan oleh dokter paru dari RSUD Jambak Pasaman Barat dr Dian citra, SpP.

baca juga: Rakor Bawaslu Solsel Tentang Pengawasan Pilkada Hasilkan 5 Poin Komitmen

Ia menyebut keberadaan bilik disinfektan tidak efektif dan pemakaian disinfektan hanya untuk benda mati saja.

"Tidak efektif untuk manusia," tegasnya saat dihubungi KLIKPOSITIF , Selasa (31/3/2020).

baca juga: APBD Perubahan Tanah Datar: Pendapatan Turun Rp125,78 Miliar

Ia menjelaskan, kalau di gunakan pada manusia bisa menyebabkan iritasi terutama pada mukosa, baik mukosa mata dan mulut. Sedangkan pada kulit, dapat menyebabkan alergi pada sebagian orang.

Lanjutnya, cara paling efektif untuk menangkal virus corona COVID-19 sejauh ini adalah dengan saling menjaga jarak atau physical distancing dan sering-sering cuci tangan pakai sabun.

baca juga: Wisma Atlet Mulai Penuh Pasien COVID-19, Tower 4 Berkapasitas 1.546 Tempat Tidur Dibuka

"Sebaiknya cuci tangan dengan sabun pada air yang mengalir," jelasnya.

Sedangkan terhadap orang terkena disinfektan, bisa mengakibatkan batuk jika itu mengiritasi. Bilik ini tidak efektif untuk membunuh virus yang ada di tubuh, apalagi di paru-paru.

baca juga: Catat Rekor Penambahan 4.176 Kasus, Indonesia Sudah Catat 248.852 Orang Positif COVID-19

"Bahan kimia bisa mengiritasi kulit jadi kemerahan, gatal dan mungkin terkelupas, sedangkan ke paru-paru bisa juga mengakibatkan batuk dan sesak," imbuhnya.

Penulis: Irfansyah Pasaribu | Editor: Eko Fajri