Perokok Lebih Rentan Terserang Corona, Ini Kata Ahli

KLIKPOSITIF - Korban jiwa akibat virus corona disebut memiliki penyakit bawaan seperti diabetes, hipertensi, hingga gangguan pernapasan akut yang menandakan kualitas paru-paru menurun.

Kondisi ini dikaitkan dengan kebiasaan merokok yang membuat kualitas paru-paru menurun. "Iya, kalau merokok itu sudah jelas (risiko terkena Covid-19). Orang merokok itu apalagi itu menyerang paru-paru, merokok itu paru-paru yang kena. kualitas paru-paru akan menurun, apa yang kita bilang PPOK, Penyakit Paru Obstruktif Kronis itu kalau orang yang merokok lama," ujar Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) Porf. Dr. dr. Ari Fahrial Syam dilansir dari Suara.com.

baca juga: Kasus Covid-19 Terus Meningkat, Inggris Pertimbangkan Lockdown

Prof. Ari juga membenarkan PPOK jadi salah satu penyakit komorbid atau penyakit penyerta, juga lebih dikenal dengan komplikasi karena banyaknya penyakit dalam tubuh, sehingga daya tahan tubuh melemah dan Covid-19 mudah masuk dan menyebar.

"Nah kasus-kasus yang meninggal itu, itu penyakit penyertanya, atau yang kita bilang komobid itu salah satunya adalah dari PPOK. PPOK itu boleh bilang 90 persen dari rokok , jadi dia tertular dari situ," jelas Dewi.

baca juga: Studi: CBD Bisa Bantu Kurangi Kerusakan Paru-paru Akibat Virus Corona

Sehingga bisa dipastikan mereka yang merokok lebih rentan terkena Covid-19 dibanding mereka yang tidak, karena para perokok rentan terhadap infeksi paru-paru. "Dibandingkan orang yang tidak merokok, Itu sudah pasti. karena kan baik struktur maupun fungsi itu terganggu karena dia merokok," pungkas Ari.

Sementara itu, data dari Worldometers, per 5 Maret 2020, pukul 14.05 GMT angka korban jiwa sudah mencapai lebih 3.308 jiwa, dengan kasus infeksi mencapai 96.902 kasus positif corona Covid-19.

baca juga: Laga RB Leipzig Vs Istanbul Basaksehir Boleh Dihadiri Penonton

Editor: Ramadhani