Dokter Paru Paparkan 4 Kriteria Seseorang Positif Terjangkit Virus Corona

dr. Munawar Gani, Sp.P saat konferensi pers di RSUP Dr Sardjito, Yogyakarta
dr. Munawar Gani, Sp.P saat konferensi pers di RSUP Dr Sardjito, Yogyakarta (KLIKPOSITIF/Ade Suhendra)

SLEMAN, KLIKPOSITIF - Adanya isu beredar terkait pasien terjangkit virus Corona atau yang juga dikenal dengan 2019-NCoV, salah seorang Dokter Spesialis Paru Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr Sardjito dr. Munawar Gani, Sp.P jelaskan kriteria seseorang terjangkit virus yang saat ini menggemparkan dunia tersebut. Hal ini menyusul beredarnya informasi hoaks yang mengatakan bahwa di Yogyakarta terdapat pasien penderita virus corona atau 2019-NCoV.

Saat jumpa pers yang berlangsung di Ruang Webinar Lantai 4 Gedung Diklat RSUP Dr Sardjito, dr. Gani mengatakan seseorang terjangkit virus harus melewati empat proses atau adanya empat kriteria yang mengatakannya positif. Ia menjelaskan yang pertama adalah kasus dalam pemantauan, di mana seseorang menderita flu like syndrome atau seperti orang demam, flu, dan memiliki riwayat perjalanan ke Tiongkok atau daerah terjangkit.

baca juga: Epidemiolog: Sudah Banyak yang Muncul Gejala Sedang dan Berat karena Covid-19 di Sumbar

"Kedua, kasus dalam pengawasan. Orang tersebut menderita Flu like syndrome yang mengarah ke pneunomia, ada riwayat perjalanan ke Wuhan atau Tiongkok dalam 14 hari terakhir. Kemudian juga memiliki riwayat paparan dari 3 kelompok yaitu kontak langsung dengan orang teridentifikasi, bekerja atau mengunjungi faskes yang digunakan pasien positif terdampak, dan memiliki kontak erat dengan hewan penular yang teridentifikasi," ujarnya didampingi Anggota Panitia Penanganan Infeksi (PPI) RSUP Dr Sardjito Purwaningsih.

Lebih lanjut ia menjelaskan yang ketiga adalah probable. Seseorang tersebut masuk dalam kriteria pengawasan dan hasil lab tidak dapat menyimpulkan virus corona mana yang menjangkiti, tapi hasilnya terkonfirmasi.

baca juga: Positif COVID-19, Wabup Agam: Kemungkinan Saya Terpapar di Pesawat

"Terakhir yaitu confirm, dimana seseorang tersebut secara klinis mendukung dan hasil lab juga terkonfirmasi bahwa dirinya terdeteksi terjangkit virus corona ," kata dr. Gani yang juga didampingi Kepala Bagian Hukum dan Humas Banu Hermawan, Selasa 28 Januari 2020.

Sementara itu, ia juga menambahkan bahwa organ yang diserang oleh 2019-NCoV ini adalah paru. Dimana virus ini mengakibatkan peradangan jaringan paru oleh mikroorganisme yang dalam hal ini disebut virus corona .

baca juga: Pasien Positif COVID-19 Berusia 29 Tahun Meninggal di RSAM

"Masa inkubasi atau masuknya virus yaitu 2-14 hari. Kalau melebih waktu ini berarti itu bukan terinfeksi virus corona . Kemudian sekali lagi dikatakan bahwa untuk memastikan adanya 2019-NCoV terhadap seseorang ada empat kriteria yaitu pemantauan, pengawasan, probable, dan confirm," katanya.

Penulis: Ade Suhendra | Editor: Haswandi