Mawardi: Kalau Tidak ada JKN-KIS, Entah Bagaimana Jadinya Ketika Kami Berobat

Salah seorang peserta program JKN-KIS, Mawardi (59 tahun)
Salah seorang peserta program JKN-KIS, Mawardi (59 tahun) (Ist)

KLIKPOSITIF -- Semakin hari semakain banyak masyarakat yang merasakan manfaat Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN -- KIS).Peran Pemerintah dalam program JKN -- KIS dalam memenuhi hak warga negaranya akan jaminan kesehatan sangat besar. Dari 223 juta peserta JKN -- KIS separuhnya dibiayai pemerintah iurannya. Sejumlah 96,8 juta penduduk miskin dan tidak mampu ditanggung pemerintah pusat melalui APBN dan 37,3 juta penduduk ditanggung oleh Pemerintah Daerah melalui APBD.

Mawardi (59) adalah salah seorang dari 96,8 juta peserta JKN -- KIS yang ditanggung iurannya melalui APBN. Saat ditemui oleh tim Jamkesnews, mawardi mengaku belum pernah menggunakan kartu JKN -- KIS ke Rumah Sakit.

baca juga: BPJamsostek Cabang Padang Bayarkan Klaim Sebanyak Rp70 Miliar Selama Pandemi COVID-19

"Alhamdulilah nak, saya dapatkan kartu ini dari Walinagari. Saya bersyukur terdaftar di BPJS (JKN -- KIS,- red). Setelah dijelaskan oleh Walinagarinya, bahwa kartu saya ini iurannya dibayar oleh Pemerintah Pusat, saya sangat beryukur sekali. Kalau tidak dibantu pemerintah seperti ini, sulit bagi kami membayar biaya kesehatan yang semakin lama semakin mahal," ujar Mawardi penuh syukur, Kamis (26/12).

Kepada tim Jamkesnews, ia tiada henti-hentinya berterima kasih adanya Program JKN-KIS dengan prinsip gotong royongnya menjamin proses pengobatan para pesertanya. Dirinya mengakui bahwa semakin meningkatnya tarif biaya pelayanan kesehatan, dulu dirinya lebih baik

baca juga: Tingkatkan Kualitas dan Kuantitas Data PBI-JK Dan PD Pemda, BPJS Kesehatan Koordinasi dengan Dinas Sosial

"Sebelum ada JKN-KIS, kalau sakit yang ringan-ringan, masih bisa sembuh dengan minum obat kampung atau puskesmas. Alhamdulillah saya masih diberi kesehatan, sampai saat ini saya belum menggunakan kartu ini ke Rumah Sakit, semoga saya sehat selalu, iuran ini dipergunakan untuk orang lain saja," ujar Mawardi.

Di tengah kondisinya sekarang, Mawardi berharap kepada Pemerintah akan terus memerhatikan masyarakat kurang mampu untuk diberikan jaminan kesehatan. Karena, dengan adanya jaminan kesehatan bagi masyarakat kurang mampu, dirinya mengakui sangat terbantu.

baca juga: BPJS Kesehatan Bukittinggi dan Pengawas Tenaga Kerja Lakukan Pemeriksaan Bersama

"Saya sangat berharap pemerintah terus membantu masyarakat seperti kami. Saya juga ingin program ini terus berjalan dan semakin baik lagi kedepannya. Kalau tidak ada JKN-KIS, entah apa lah jadinya. Karena tidak ada satu orang pun yang ingin sakit," ujar Mawardi.

[Relis]

Editor: Khadijah