Terlalu Sering Olahraga, Baikah Untuk Tubuh?

Ilustrasi
Ilustrasi (Pixabay)

KLIKPOSITIF -- Olahraga memambg bermanfaat bagi kesehatan , baik fisik maupun mental. Selain itu juga efektif dalam menurunkan berat badan. Namun, kita juga sebenarnya butuh istirahat dari olahraga rutin, lho!

Satu penelitian pun menunjukkan, beristirahat dari olahraga rutin justru dapat memaksimalkan manfaat dari aktivitas itu sendiri, dan meminimalkan risiko.

baca juga: Surat Edaran Wali Kota Terkait Perayaan HUT RI Direvisi, Masyarakat Padang Boleh Adakan Lomba

"Istirahat dan pemulihan diperlukan. Kelelahan dapat menandakan bahwa ada kemajuan dalam olahraga . Tapi ada titik di mana kelelahan bisa menumpuk dan sedikit berlebihan," tutur Hunter Paris, profesor kedokteran olahraga di Pepperdine University, California.

Melansir Time, sebuah studi pada 2018 menunjukkan ada Zona Goldilocks dalam berolahraga. Ini adalah titik antara terlalu sedikit dan terlalu banyak melakukan olahraga fisik.

baca juga: Lagi, Empat Warga Tanah Datar Terkonfirmasi Positif COVID-19 Cluster Puskemas I Limo Kaum

Studi ini menyarankan untuk tidak berolahraga berat lebih dari 4 atau 5 jam per minggu dan merekomendasikan setidaknya satu hari untuk beristirahat.

Penelitian lain pada 2017, menunjukkan beristirahat dapat melindungi kesehatan tulang dan mencegah peradangan berlebih, faktor risiko dari banyaknya penyakit kronis.

baca juga: Demi Timnas Indonesia, PT LIB Hapus Sistem Degradasi di Liga 1 2020

Dampak dari berolahraga secara berlebihan adalah penurunan protein, yang sebenarnya berfungsi membantu sistem kekebalan tubuh melawan penyakit.

Olahraga berlebih juga membuat otot berkerja tanpa henti, yang sebenarnya mereka perlu memulihkan diri.

baca juga: Hadapi Olympique Lyon, Manchester City Tanpa Sergio Aguero

Untuk mengisi waktu ketika sedang tidak berolahraga, Paris menyarankan kegiatan yang secara tradisional tidak dianggap sebagai olahraga , seperti berjalan, membersihkan rumah, atau berkebun.

Menurutnya, hal ini dapat memperpanjang usia seseorang dan mengurangi risiko penyakit kronis. (*)

Sumber: Himedik

Penulis: Eko Fajri