Studi : Liburan Bareng Lebih Baik dari Materi Bagi Anak-Anak

Ilustrasi
Ilustrasi (Pixabay)

KLIKPOSITIF -- Melakukan perjalanan bersama anak-anak, ternyata memiliki manfaat yang ternilai harganya bagi mereka.

Penelitian menunjukkan bahwa liburan keluarga sangatlah penting. Selain membuat anak-anak lebih bahagia, liburan juga membangun ikatan dan kenangan tak terlupakan.

baca juga: Maia Estianty dapat Hadiah Jam Tangan Seharga Apartemen

Penelitian yang dilakukan di University of Toronto mengungkap jika pengalaman, seperti liburan keluarga, terbukti lebih prososial daripada kepemilikan materi.

"Hadiah pengalaman memunculkan respons emosional yang kuat ketika penerima mengonsumsinya. Seperti ketakutan dan kekaguman petualangan safari, kegembiraan konser rock atau ketenangan spa. Dan ini lebih intens secara emosional daripada kepemilikan material," kata peneliti utama Cindy Chan.

baca juga: Orderan Enam Langkah Ojol Bikin Geleng Kepala

"Jika kamu ingin memberi (seseorang) sesuatu yang akan membuat mereka merasa lebih dekat denganmu, berikan pengalaman. Melakukan liburan bersama tidak hanya membuat kita lebih dekat dengan anak-anak kita, itu juga membuat seluruh keluarga lebih bahagia setelah perjalanan berakhir," lanjut dia seperti yang dilansir Motherly.

Hal ini juga ditunjukkan oleh sebuah survei di Inggris menemukan hampir setengah dari responden menyatakan, jika ingatan masa kecil favorit mereka adalah liburan keluarga. Lebih dari setengahnya (55 persen) responden mengatakan bahwa liburan memberi mereka kenangan indah yang akan tetap mereka ingat selama sisa hidup mereka.

baca juga: Bantu Korban Bencana Masing-masing Rp100 Juta, Nikita Mirzani Justru Dituduh Riya

Survei itu didanai oleh Family Holiday Association, sebuah organisasi yang didedikasikan untuk mendanai keluarga berpenghasilan rendah memiliki pengalaman liburan.

Menurut John McDonald, Kepala Eksekutif Family Holiday Association, liburan keluarga dapat bertindak sebagai "jangkar kebahagiaan". Sehingga, saat keluarga dihadapkan pada masa-masa yang penuh tantangan, merefleksikan ingatan saat-saat bahagia ketika berlibur bisa sangat membantu.

baca juga: 5 Makanan untuk Bantu Meningkatkan Performa di Ranjang

"Dengan menggunakan ingatan ini sebagai jangkar, bisa membawa kita kembali ke saat-saat yang lebih bahagia. Kita bisa menghadapi masalah dengan perspektif yang segar," katanya.

Bukan cuma itu, keluar dari rumah dan pergi ke destinasi yang berbeda tidak hanya menyenangkan untuk anak-anak, tapi juga bisa membuat mereka lebih pintar. Liburan keluarga juga dapat membuat anak-anak memiliki lingkungan yang 'diperkaya' dan mendorong otak mereka lebih berkembang.

"Lingkungan yang 'diperkaya' menawarkan pengalaman baru yang kuat dalam kombinasi sosial, fisik, kognitif dan sensorik," kata Dr. Margot Sunderland, seorang psikoterapis anak dan Direktur Pendidikan dan Pelatihan di Pusat Kesehatan Mental Anak.

Liburan memberi anak-anak pengalaman yang memperkaya mereka (seperti membuat istana pasir dengan ibu dan ayah) yang membantu dalam perkembangan kognitif dan membantu pertumbuhan lobus frontal.

“Jika Anda memilih antara membeli gadget baru atau membawanya pada liburan keluarga, pertimbangkan efek mendalam pada ikatan dan perkembangan otak anak-anak dengan pilih liburan keluarga," tulis Sunderland.

Ditambah lagi, bermain di pantai atau melarikan diri bersama keluarga dalam petualangan hiking mengaktifkan sistem di otak anak (dan otak kita sendiri) yang memicu neurokimiawi termasuk oksitosin dan dopamin.

“Ini mengurangi stres dan mengaktifkan perasaan hangat, murah hati terhadap satu sama lain dan perasaan yang indah bahwa semuanya baik-baik saja di dunia. Dengan semua aspek anti-stres dari sistem ini, anggota keluarga dapat mengisi bahan bakar secara emosional," kata Sunderland lagi.

Anda tidak harus terbang ke tempat yang jauh untuk mendapatkan manfaat dari liburan keluarga. Anda bisa merencanakan perjalanan sehari ke danau atau melakukan staycation di tempat yang tak jauh dari rumah yang hasilnya sama: keluarga yang lebih bahagia dan lebih terhubung. Dan itu sangat tak ternilai. (*)

Penulis: Eko Fajri