Enam Kebiasaan yang Bisa Jadi Kurang Baik bagi Usus

Ilustrasi
Ilustrasi (Net)

KLIKPOSITIF -- Salah satu bagian tubuh yang memiliki peran besar bagi kesehatan secara keseluruhan adalah usus kita. Tak hanya membantu menyerap nutrisi makanan, dalam realitanya usus juga bisa memberikan pengaruh besar bagi kekuatan sistem kekebalan tubuh. Masalahnya adalah kita terkadang melakukan kebiasaan buruk yang bisa membuat usus kita berada dalam kondisi yang kurang sehat.

Pakar kesehatan Ara Katz yang berasal dari perusahaan penelitian kesehatan usus, Seed, menyebut ada beberapa kebiasaan yang tanpa disadari sering kita lakukan namun bisa memberikan dampak buruk bagi usus. Kebiasaan-kebiasaan ini bahkan sering dianggap sebagai sesuatu yang sehat. Padahal, hal ini belum tentu benar.

baca juga: Haid Anda Tak Teratur, Mungkin Ini Penyebabnya

Berikut adalah kebiasaan-kebiasaan tersebut.

1. Terlalu Banyak Mengonsumsi Makanan Tinggi Protein
Makanan dengan kandungan protein tinggi seperti daging-dagingan memang sangat nikmat untuk dikonsumsi. Selain itu, protein juga baik bagi kesehatan kulit, tulang, dan otot. Hanya saja, jika dikonsumsi dengan berlebihan, bisa memberikan dampak buruk bagi kesehatan tubuh.

baca juga: Jokowi Pantau Uji Vaksin COVID-19 Hari Ini, Sinovac Mulai Disuntikan ke Warga

Pakar kesehatan Christine Lee dari Cleveland Clinic menyebut konsumsi makanan berprotein tinggi dengan berlebihan bisa membebani kinerja usus, apalagi jika kita juga kurang mengimbanginya dengan serat atau mengonsumsinya bersamaan dengan karbohidrat dan lemak dalam jumlah yang juga tinggi. Dampaknya tentu akan membuat fungsi dan kondisi usus menurun dengan signifikan.

2. Bangun Terlalu Pagi
Bangun pagi memang baik bagi kesehatan , apalagi jika kita mau menyempatkan diri untuk melakukan olahraga atau menikmati sinar matahari pagi yang kaya akan vitamin D. Hanya saja, jika kita terbiasa bangun terlalu pagi, bisa jadi akan memberikan efek buruk bagi kesehatan usus.

baca juga: Ini Kesalahan Fatal saat Perawatan Wajah di Rumah, Bisa Rusak Kulit

Hal ini disebabkan oleh waktu tidur yang menjadi berkurang atau pola tidur yang menjadi lebih kacau. Kondisi ini akan mengacaukan kondisi pencernaan, metabolisme, hingga jadwal buang air besar. Karena alasan inilah kita harus lebih cermat dalam mengatur waktu tidur atau bangun pagi.

Jika ingin bangun lebih pagi, misalnya, pakar kesehatan menyarankan kita untuk tidur lebih awal sehingga kita pun akan mendapatkan waktu tidur yang cukup.

baca juga: Terlalu Banyak Makan Nasi Ternyata Berbahaya

3. Sembarangan Mengonsumsi Probiotik
Sebenarnya, probiotik memang bisa membantu mengembalikan keseimbangan bakteri di dalam usus yang berimbas pada fungsi pencernaan dan sistem kekebalan tubuh yang semakin membaik. Hanya saja, jika kita mengonsumsinya berlebihan atau terlalu banyak, bisa jadi akan menyebabkan gangguan pencernaan seperti sulit buang air besar atau diare. Pastikan untuk mengonsumsinya dengan porsi atau frekuensi yang wajar saja.

4. Sembarangan Mengonsumsi Suplemen Vitamin
Pakar kesehatan James Wantuck yang berasal dari Office of Dietary Supplements menyebut beberapa jenis suplemen untuk menambah asupan vitamin, zat besi, atau magnesium jika dikonsumsi dengan sembarangan justru bisa menyebabkan gangguan pencernaan seperti diare. Pastikan untuk membaca aturan minum atau berkonsultasi ke dokter terlebih dahulu sebelum mengonsumsinya.

5. Olahraga Lari Jarak Jauh
Meski kasusnya tidak sering, terkadang lari jarak jauh bisa membuat kita diare saat melakukannya. Karena alasan inilah sebaiknya kita lebih cermat sebelum melakukannya seperti dengan melakukan buang air besar terlebih dahulu atau menghindari konsumsi minuman berkafein, makanan tinggi serat, atau makanan pedas sehari sebelum melakukannya.

6. Asupan Serat Berlebihan
Segala sesuatu yang berlebihan memang tidak baik, termasuk dalam hal mengonsumsi makanan berserat. Meski secara umum baik bagi pencernaan, asupan serat terlalu banyak bisa saja menyebabkan gangguan pencernaan bagi sebagian orang. Konsumsilah dengan jumlah yang wajar demi mendapatkan manfaat kesehatannya dengan maksimal. (*)

Sumber: doktersehat

Penulis: Eko Fajri