RSUD Pasaman Barat, Pioniir Program SCF Klaim JKN – KIS Tingkat Kabupaten/Kota se-Provinsi Sumbar

(Ist)

KLIKPOSITIF - Dalam rangka menjaga Cash Flow Rumah Sakit terkait kondisi keterlambatan penerimaan dana klaim pelayanan kesehatan dari BPJS Kesehatan, RSUD Pasaman Barat melakukan kerja sama dengan Bank Syariah Mandiri melalui program fasilitas pembiayaan program Supply Chain Financing (SCF) atau biasa disebut Anjak Piutang.

Kerja sama ini ditandai dengan penandatanganan MoU antara Kepala Bank Syariah Mandiri Kantor Cabang Pembantu Pasaman Barat, Sudirman, dengan Direktur RSUD Pasaman Barat, Heru Widyawarman, yang dihadiri oleh unsur Pemerintah Daerah Pasaman Barat dan Kepala Bidang Penagihan dan Keuangan Anton A. Rachmadie BPJS Kesehatan Cabang Bukittinggi di ruang rapat Bupati Pasaman Barat, Selasa (29/10/2019).

baca juga: Bantuan Rp600 Ribu untuk Karyawan Harus Terdaftar BPJS Ketenagakerjaan, Ini Alasannya

Kepala Bidang Penagihan dan Keuangan Anton A. Rachmadie BPJS Kesehatan Cabang Bukittinggi menjelaskan, bahwasanya Program pembiayaan Tagihan fasilitas kesehatan mitra BPJS Kesehatan (Supply Chain Financing) merupakan program pembiayaan oleh Bank yang khusus diberikan kepada fasilitas kesehatan (faskes) mitra BPJS kesehatan untuk membantu percepatan penerimaan pembayaran klaim pelayanan kesehatan melalui pengambil alihan tagihan pembayaran sebelum jatuh tempo pembayaran.

“Sebagai salah satu opsi dalam Pengelolaan Arus Kas Rumah Sakit mitra kerjasama BPJS Kesehatan terkait keterlambatan hak atas klaim ke BPJS Kesehatan. Dimana percepatan penerimaan pembayaran klaim pelayanan kesehatan melalui pengambilalihan invoice saat jatuh tempo pembayaran. Disamping itu kami sangat mengapresiasi dukungan dari Bank Syariah Mandiri membantu pembiayaan faskes yang bekerjasama dengan BPJS Kesehatan. Terlebih lagi di tengah kondisi Miss Match iuran JKN – KIS saat ini, program SCF solusi jangka pendek yang dapat dimanfaatkan guna menjamin pembayaran klaim Rumah Sakit menjadi lancar dan likuiditas rumah sakit dapat berjalan dengan baik,” ujar Anton.

baca juga: Optimalkan Kepesertaan, BPJS Kesehatan Sosialisasi dengan Perangkat Nagari Pasaman Barat

Hal senada juga disampaikan oleh Direktur RSUD Pasaman Barat, Heru Widyawarman. Menurutnya program SCF ini sangat membantu Rumah Sakit karena rumah sakit butuh dana untuk pembelian obat, alat medis, jasa medis dan operasional lainnya. Selain itu pembiayaaan dengan skema SCF tidak membebani dana operasional Rumah Sakit untuk pembiayaan bunga dan biaya provisi bank lainnya.

“Alhamdulillah Pemerintah Daerah dalam hal ini Bupati sangat mendukung kami untuk memanfaatkan skema SCF ini. Kita juga tidak bisa pungkiri, program JKN – KIS merupakan program yang sangat luar biasa dirasakan manfaatnya, terutama bagi perkembangan faskes saat ini. Skema SCF juga tidak membebani operasional Rumah Sakit. Diharapakan adanya skema SCF dapat menigkatkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat,” ujar Heru.

baca juga: BPJamsostek Cabang Padang Bayarkan Klaim Sebanyak Rp70 Miliar Selama Pandemi COVID-19

Sementara itu Kepala Bank Syariah Mandiri Kantor Cabang Pembantu Pasaman Barat, Sudirman menyampaikan, penandatanganan kerja sama melalui program pembiayaan skema SCF ini sebagai wujud komitmen bank Syariah mendukung Pemerintah dalam hal ini Program JKN – KIS yang telah terbukti banyak memberikan manfaat kepada masyarakat Indonesia.

“Bank Syariah Mandiri berkomitmen mendukung program pemerintah, Program JKN – KIS ini program yang sangat bermanfaat untuk masyarakat. Kami merasa ikut bertanggung jawab berkontribusi dalam mendukung program ini. Mudah – mudahan pelayanan kesehatan semakin meningkat tidak terhambat karena keterlambatan pembayaran klaim dari BPJS Kesehatan,” ujar Sudirman.

baca juga: Tingkatkan Kualitas dan Kuantitas Data PBI-JK Dan PD Pemda, BPJS Kesehatan Koordinasi dengan Dinas Sosial

[Rilis]

Penulis: Khadijah