Jam Tidur Ternyata Tak Pengaruhi Detoksifikasi Tubuh

ilustrasi
ilustrasi (net)

KLIKPOSITIF -Masalah tidur seringkali terjadi hingga membuat jadwal tidur berantakan. Salah satu mitos tidur yang ramai beredar adalah saat waktu sudah menunjukkan jam 10 malam, maka wajib untuk terlelap agar tubuh bisa melepaskan racun-racun tubuh dengan sempurna.

Benarkah demikian?

baca juga: Riset Ungkap Obat Kumur Bisa Bantu Nonaktifkan Virus Penyebab Covid-19

Dilansir dari Suara.com seorang pakar saluran cerna Prof. dr. Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH mengatakan bahwa jam tidur tidak mempengaruhi proses detoksifikasi dalam tubuh. Yang terpenting adalah kualitas tidur yang memulihkan metabolisme tubuh saat bangun.

"Tidak ada hubungannya waktu tidur dengan detoksifikasi. Kalau begitu, nanti orang nggak bisa shift malam. Orang masih boleh kalau dia bertugas jaga malam dia begadang kayak dokter, cuman dia konversi paginya dengan istirahat dan tidur," ujarnya.

baca juga: Overprotektif Bisa Buat Orang Tua Jadi Toxic Parent

Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia itu mengatakan memang pada dasarnya tidur yang ideal adalah pada malam hari. Selain karena susana hening dan lingkungan malam yang mendukung, manusia juga punya jam biologis di malam hari.

"Saat itu (malam hari) ada pola biologis, atau jam biologis saat itu memang kita perlu istirahat, ya tadi untuk merefresh segala macam itu perlu perbaikan jaringan, tapi bukan selalu diartikan jam untuk buang racun atau detoks," kata dia.

baca juga: Konsumsi Garam Ternyata Pengaruhi Kualitas Hubungan Seksual

Dia kemudian mengingatkan para pekerja untuk tidak terus menerus kerja malam. Karena tubuh tetap butuh metabolisme normal dengan tidur di malam hari.

Penulis: Ramadhani