Ini Cara Mengatasi Ketiak Gatal

Ilustrasi
Ilustrasi (Net)

KLIKPOSITIF -- Gatal adalah kondisi yang pasti pernah dialami oleh semua orang. Salah satu area tubuh yang kerap mengalami gatal adalah ketiak. Ketiak gatal bervariasi, dari yang ringan hingga cukup mengganggu. Namun gatal di ketiak umumnya akan hilang secara otomatis.

Cara mengatasi ketiak gatal tentu harus disesuaikan dengan penyebab ketiak gatal tersebut. Ada beberapa cara yang bisa Anda lakukan guna mengatasi gatal di ketiak.

baca juga: WHO Sebut Tiap Individu Perlu Melihat Resiko Penularan Mereka Sendiri

Apa saja? Simak informasinya berikut ini.

1. Menjaga Kebersihan Ketiak
Gatal di ketiak lebih banyak disebabkan oleh infeksi bakteri dan jamur, yang mana keduanya bisa berkembang dengan baik apabila kulit ketiak tidak dijaga kebersihannya.

baca juga: Mendag Ancam Tutup Pasar Jika Pedagang Tak Patuhi Protokol Kesehatan

Oleh sebab itu, pastikan untuk selalu menjaga kebersihan ketiak Anda dengan cara membersihkannya setiap mandi dan cukur bulu ketiak secara rutin. Tentu saja, keduanya harus dilakukan secara benar agar tidak menjadi ‘bumerang’.

2. Salep Gatal
Cara mengatasi ketiak gatal selanjutnya adalah dengan mengoleskan salep gatal pada ketiak Anda. Beberapa contoh salep gatal seperti:

baca juga: Ingat, Ini Panduan Pemotongan Hewan Kurban di Tengah Pandemi COVID-19

- Hidrokortison
- Salep antijamur
- Calamine

Konsultasikan terlebih dahulu pada dokter atau apoteker sebelum Anda menerapkan cara mengatasi gatal di ketiak yang satu ini.

baca juga: Wirfha Tanjung, Setahun Hanya Bisa Berbaring di Ranjang Berjuang Melawan Penyakit Hingga Anak Putus Sekolah

3. Tidak Menggaruk
Gatal di ketiak tentu membuat Anda merasa ‘gemas’ ingin menggaruknya. Tindakan ini sebenarnya keliru, terlebih jika ketiak gatal disebabkan oleh penyakit kulit seperti dermatitis atau miliaria rubra.

Alih-alih gatal hilang, yang terjadi justru rasa gatal akan semakin menjadi-jadi. Pada akhirnya, tidak hanya gatal yang Anda derita melainkan juga rasa perih akibat goresan yang disebabkan oleh garukan tersebut.

Guna mengatasi ketiak gatal tanpa perlu menggaruk, Anda bisa memanfaatkan cara berikut:

- Kompres ketiak dengan kain yang sudah diberi air dingin selama beberapa saat sampai gatal dirasa sudah hilang
- Mandi air hangat
- Mengoleskan salep gatal seperti yang sudah disebutkan pada poin sebelumnya

4. Menggunakan Pakaian yang Tepat
Pakaian yang Anda kenakan juga berperan dalam menimbulkan rasa gatal di ketiak.

Pakaian yang terlalu ketat, misalnya. Menggunakan pakaian seperti ini tidak hanya akan membuat ketiak semakin lembap, namun juga menyebabkan gesekan antara kulit ketiak dan pakaian, Oleh sebab itu, gunakan pakaian yang sedikit longgar saat beraktivitas untuk meminimalisir risiko.

Selain itu, pastikan juga pakaian dicuci dengan bersih agar tidak ada sisa deterjen maupun bakteri karena keduanya merupakan penyebab ketiak gatal yang paling umum.

5. Terapi Kanker
Pada kasus di mana ketiak gatal disebabkan oleh lymphoma dan kanker payudara, maka cara mengatasi ketiak gatal tentu saja dengan mengobati penyakit kanker itu sendiri yakni lewat sejumlah terapi kanker seperti kemoterapi dan radioterapi.

Itu sebabnya penting bagi Anda untuk memeriksakan diri ke dokter apabila gatal di ketiak tak kunjung hilang dalam jangka waktu 1 minggu.

6. Bahan Alami
Selain dengan salep medis, cara mengatasi ketiak gatal juga bisa dengan memanfaatkan sejumlah bahan alami, lho. Bahan-bahan alami yang dimaksud meliputi:

- Minyak esensial
- Minyak kelapa
- Lemon

Akan tetapi, baiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter sebelum menggunakan cara ini dikarenakan efektivitas bahan-bahan alami tersebut terhadap penyembuhan ketiak gatal belum sepenuhnya teruji secara klinis.

7. Periksakan Diri ke Dokter
Pada akhirnya, hanya dokterlah yang benar-benar mengerti harus bagaimana dengan masalah ketiak gatal yang menimpa Anda. Oleh sebab itu, jika cara-cara di atas tidak cukup efektif untuk mengatasi gatal di ketiak, jangan ragu untuk mengunjungi dokter spesialis kulit guna dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. (*)

Sumber: Doktersehat

Penulis: Eko Fajri