Ciri-ciri Mau Melahirkan, Ibu Hamil Tua Wajib Tahu

Ilustrasi
Ilustrasi (Net)

KLIKPOSITIF -- Ketika kehamilan Anda mendekati waktu persalinan, mengalami kram dan kontraksi dapat membuat seorang ibu bertanya-tanya, apakah saya akan melahirkan? Apakah mual adalah ciri ciri mau melahirkan? Simak penjelasan mengenai ciri ciri akan melahirkan selengkapnya di bawah ini.

Perlu diketahui, pada dasarnya beberapa wanita mengalami tanda akan melahirkan berbeda-beda. Tidak ada yang tahu apa yang menyebabkan persalinan atau kapan persalinan dimulai dengan pasti, tetapi beberapa perubahan hormon dan fisik dapat mengindikasikan ciri ciri akan melahirkan.

baca juga: Durasi Tidur Kurang atau Berlebihan Bisa Berdampak Buruk Pada Otak

Berikut adalah beberapa ciri ciri mau melahirkan yang bisa Anda alami, di antaranya:

1. Peningkatan Kontraksi Asli
Ciri ciri mau melahirkan yang pertama adalah terjadinya kontraksi asli. Kontraksi asli umumnya terjadi saat usia kandungan sudah mencapai 40 minggu. Apabila kontraksi asli muncul sebelum usia kandungan 37 minggu, ibu hamil mungkin akan melahirkan bayi lahir secara prematur.

baca juga: Pentingnya 3 M, Tom Frieden: Tak Ada Akhir Seperti Cerita Dongeng Untuk Pandemi

Pada kontraksi asli, pengencangan yang terasa pada perut akan terasa lebih luas, dimulai dari punggung bawah lalu menjalar ke seluruh bagian perut. Beberapa wanita menggambarkan sensasi kontraksi asli seperti kram pada saat menstruasi yang sangat kuat.

2. Janin Mulai Bergerak ke Bawah
Ciri ciri mau melahirkan berikutnya terlihat dari bayi yang mulai bergerak lebih rendah ke panggul. Hal ini dapat terlihat terutama jika janin tepat di bawah tulang rusuk selama beberapa minggu terakhir.

baca juga: Wisma Atlet Mulai Penuh Pasien COVID-19, Tower 4 Berkapasitas 1.546 Tempat Tidur Dibuka

3. Mual dan Diare
Apakah mual hanya terjadi di trimester pertama? Tidak, beberapa wanita kembali mengalaminya ketika persalinan semakin dekat. Kondisi ini juga menjadi ciri ciri mau melahirkan.

Selain mual, Anda juga mungkin mengalami diare karena sebagian besar otot tubuh mulai melonggar ketika mendekati waktu persalinan, dan rektum adalah salah satunya (meskipun tidak setiap wanita akan mengalami ini).

baca juga: Catat Rekor Penambahan 4.176 Kasus, Indonesia Sudah Catat 248.852 Orang Positif COVID-19

4. Muncul Banyak Lendir
Lendir di dekat leher rahim melindungi bayi dari bakteri. Saat serviks mulai melunak dan melebar, Anda bisa mendapatkan banyak lendir (bisa bercampur darah) dan mungkin akan keluar tepat sebelum persalinan aktif dimulai, atau beberapa hari sebelumnya.

5. Pelebaran Serviks
Pelebaran serviks diukur dalam sentimeter. Jika pelebaran terjadi sekitar 10 sentimeter, hal itu menandakan bahwa Anda siap melahirkan. Dokter dapat memberi tahu Anda berapa sentimeter serviks telah membesar dan ini sesuatu yang tidak dapat Anda tentukan sendiri.

6. Air Ketuban Pecah
Pecahnya air ketuban adalah ciri ciri mau melahirkan yang paling umum. Sebelum air ketuban pecah, banyak wanita merasakan kontraksi sebelumnya, tapi ada juga yang diawali dengan ketuban pecah. Jika hal ini terjadi, persalinan harus segera dilakukan.

Namun, apabila air ketuban sudah pecah dan Anda tidak mengalami kontraksi, maka janin akan lebih mudah terserang infeksi. Proses induksi (membuat kontraksi) harus segera dilakukan untuk menyelamatkan bayi.

Karena rahim berada langsung di atas kandung kemih, hal itu dapat menyebabkan Anda mengalami kebocoran urine. Sering kali sulit membedakan urine dan cairan ketuban. Hal penting yang harus dipahami, apabila ketuban pecah maka tidak menimbulkan bau. Jika bukan urine, Anda harus segera mendapatkan penanganan di rumah sakit.

7. Penipisan Serviks
Pada bulan terakhir kehamilan, serviks akan mulai meregang dan menipis. Ini merupakan indikasi bahwa bagian bawah rahim sedang dipersiapkan untuk melahirkan, karena serviks yang lebih tipis membesar lebih mudah.

8. Energi Tambahan
Pada sebagian besar kasus, ibu hamil akan berjuang melawan keinginan untuk tidur siang. Namun, ciri ciri mau melahirkan justru membuat ibu hamil mengalami peningkatan energi. Meningkatnya energi membuat Anda termotivasi untuk melakukan banyak hal. Terlepas dari meningkatnya energi, ingatlah bahwa waktu persalinan sudah semakin dekat, jadi akan lebih baik jika Anda menghemat energi.

9. Keputihan Disertai Darah
Ketika persalinan dimulai atau beberapa hari sebelum hal itu terjadi, seorang wanita akan mengalami peningkatan keputihan yang berwarna merah muda, cokelat atau sedikit berdarah.

Kondisi ini disebabkan oleh pelepasan steker mukosa yang menghalangi serviks (pembukaan ke rahim) selama kehamilan. Selaput lendir mengendur ketika serviks mulai membesar atau terbuka selama tahap pertama persalinan.

10. Nyeri punggung
Jelang persalinan, Anda akan mengalami nyeri punggung bawah yang terus-menerus. Selain nyeri di punggung, panggul dan dubur akan mengalami tekanan dan kram.

Bahkan, nyeri di daerah paha juga bisa dialami terutama jika hal ini bukan kehamilan yang pertama. Ciri ciri mau melahirkan ini membuat sendi dan otot tubuh meregang dan bergeser.

11. Perubahan Mood
Selama kehamilan, adalah sesuatu yang normal apabila seorang wanita memiliki suasana hati yang tidak terduga. Anda bisa saja menangis tanpa alasan yang jelas. Salah satu alasan utama perubahan suasana hati adalah perubahan kadar hormon di dalam tubuh.

Ketika Anda hamil , jumlah estrogen dan progesteron dalam darah Anda meningkat. Hal ini membantu mempersiapkan tubuh Anda untuk kehamilan, tetapi juga dapat memengaruhi suasana hati sehingga membuat ibu hamil mudah tersinggung.

Namun tidak semua kondisi ini terkait dengan hormon, dengan begitu banyak hal yang terjadi dalam hidup, adalah sesuatu yang wajar jika suasana hati mengalami perubahan. (*)

Sumber: Doktersehat

Penulis: Eko Fajri