Untuk Syuting Film Layar Lebar, Kampung Sitti Nurbaya Akan Dibangun di Padang

Foto bersama
Foto bersama (Humas Pemko Padang)

PADANG , KLIKPOSITIF -- Wali Kota Padang Mahyeldi Ansharullah menyambut baik akan dibuatnya film Sitti Nurbaya yang kali ini bakal diangkat dalam film layar lebar.

Film yang mengangkat kisah fenomenal dan telah melegenda di Kota Padang , Sumatera Barat itu bakal diproduksi lagi untuk ditayangkan tak hanya di bioskop-bioskop di Indonesia tapi juga bakal merambah pasar Malaysia dan Brunei Darussalam.

baca juga: Mulai Besok, Pemko Padang Sudah Tindak Pelanggar Perda AKB

"Atas nama Pemerintah Kota Padang kami sangat menyambut baik kembali dibuatnya film Sitti Nurbaya yang dikemas dalam bentuk film layar lebar. Alhamdulillah film ini mengangkat latar belakang dan setting budaya Minangkabau dan akan melakukan proses syuting di beberapa tempat di Kota Padang . Semoga akan memberikan banyak manfaat bagi warga dan Kota Padang khususnya," sebut Wali Kota Padang sewaktu menerima audiensi rombongan dari PT. Balai Pustaka (Persero) dan produsen perfilman tersebut di rumah dinasnya, Jalan Ahmad Yani Padang , Selasa 2 Juli 2019.

Sementara itu, Direktur Utama Balai Pustaka Achmad Fachrodji mengatakan, setting lokasi adalah di Kota Padang tahun 1922.

baca juga: Meningkat, DPS Pilkada di Kota Padang 615.307 Jiwa

"Sebelum film ini dibuat, kami harus konsultasi dengan stakeholder terkait di sini, termasuk bersama bapak wali kota. Dan kita berharap, apabila film ini nanti diproduksi semoga juga akan melahirkan wisata baru. Seperti halnya dampak yang dirasakan dari film Laskar Pelangi yang sempat 'booming' beberapa tahun lalu dengan lokasi syutingnya di Bangka Belitung," tuturnya.

Ia melanjutkan, untuk di Padang film Sitti Nurbaya edisi layar lebar yang disutradarai Haris Nizam tersebut, pihaknya perlu membuat Kampung Sitti Nurbaya . Dimana di sana nantinya ada rumah Sitti Nurbaya , rumah Datuk Maringgih, Syamsul Bahri dan sarana-prasarana yang mendukung film tersebut. Kalau perlu akan dibuat museum Sitti Nurbaya , dengan seluruh baju-baju pemeran dan atribut yang dipakai dalam film itu akan dimuseumkan di sana.

baca juga: Hadapi Lonjakan Kasus COVID-19, SPH Tambah Tempat Tidur

"Sehingga, dengan itu seluruh wisatawan bisa melihat dan menikmati kawasan Kampung Sitti Nurbaya nantinya. Tak hanya itu, hal ini juga memberikan multiefek seperti bagi warga setempat serta para pedagang dan pelaku ekonomi kreatif untuk bisa berjualan di sana yang otomatis bisa mengangkat perekonomian mereka," imbuhnya.

Adapun tambahnya, ketika ditanyakan perihal lokasi syuting film Sitti Nurbaya tersebut yaitu akan menggunakan lokasi di beberapa daerah di sekitar Jawa selain Kota Padang . Untuk di Padang pihaknya pun belum memastikan lokasi yang fix, namun ada beberapa alternatif seperti Bukit Gado-gado atau Gunung Padang yang mana nantinya akan disulap menjadi Kampung Sitti Nurbaya .

baca juga: Banyak Merawat Pasien Covid-19, Begini Kondisi di SPH

"Namun yang terpenting lagi bagi kita adalah, ikon-ikon kehebatan Minang zaman dulu kalau tidak senantiasa dijaga dan dihidupkan sekarang bisa nanti ditinggalkan generasi saat ini (milenial). Mereka bisa saja tidak tahu apa itu apa itu kisah Sitti Nurbaya dan kisah legenda lainnya yang ada di Ranah Minang ini. Jadi kewajiban kami sebagai tempat berlabuhnya sastrawan Minang zaman dulu harus dibumikan dan harus direalisasikan dalam bentuk film layar lebar," ujarnya.

Lebih lanjut dikatakan, film Sitti Nurbaya sebelumnya pernah tayang di TVRI dan TV swasta. Dimana pemeran Sitti Nurbaya diperankan aktris senior Novia Kolopaking, dan Samsul Bahri nya diperankan oleh Gusti Randa sementara untuk peran Datuk Maringgihnya oleh H. Damsik.

"Namun bagi kita sekarang adalah mengangkatkan untuk film layar lebar. Dimana lebih kurang lama filmnya dua jam atau dua setengah jam habis, namun sudah merangkai semua cerita dari awal hingga akhir. Kita jamin ceritanya akan menarik ditonton, sehingga diharapkan menarik peminat film dimana saja berada," imbuh Achmad.

Sementara dalam film ini ia pun masih merahasiakan aktor dan pemerannya. Namun hanya satu nama yang disebut yakni Tengku Rifnu Wikana yang berperan sebagai Datuk Maringgih. Nantinya juga akan mengambil pemeran asal Sumatera Barat berdasarkan hasil casting beberapa waktu lalu yang diikuti sebanyak 1.612 orang peserta, namun yang terpilih sebanyak 41 orang.

"Untuk setting film ini kita tetap memakai setting suasana jaman dulu (jadul) seperti di tahun 1922 bukan kekinian. Namun yang utama sekali bagi adalah bagaimana menampilkan romantisme antara Sitti Nurbaya , Samsul Bahri dan juga Datuk Maringgih. Mari kita doakan dan tunggu tayang film ini di bioskop-bioskop kesayangan anda," pungkasnya. (rilis)

Penulis: Iwan R