Ma'ruf Amin Jadi Wakil Presiden di Usia 76 Tahun, Ini Resiko yang Terjadi pada Kondisi Tubuhnya

Presiden dan Wakil Presiden terpilih, Jokowi dan Ma'ruf Amin.
Presiden dan Wakil Presiden terpilih, Jokowi dan Ma'ruf Amin. (Suara.com)

KLIKPOSITIF -- Ma'ruf Amin secara resmi ditetapkan sebagai Wakil Presiden (Wapres) terpilih Republik Indonesia untuk periode 2019-2024. Dalam sambutannya, Ma'ruf Amin meminta agar warga kembali rukun pasca Pemilu.

"Mari kita semua sekarang kembali rukun untuk rukun kembali, jangan lagi ada tidak bertegur sapa satu dengan yang lain, antar tetangga, antar teman, antar keluarga hanya karena berbeda pilihan politik," katanya di kantor KPU.

baca juga: Resmi, Kemenkes Tetapkan Tarif Atas Rapid Test

Saat dipilih sebagai Cawapres oleh Joko Widodo, sempat ada kekhawatiran terkait usianya yang kini sudah mencapai 76 tahun. Meski begitu, dia lolos tes kesehatan sebagai Cawapres dan disebut dalam keadaan baik. Tak dapat dipungkiri, perubahan akan terjadi pada tubuh manusia ketika sudah memasuki usia lanjut.

Dilanir dari Laman Mayo Clinic, setidaknya ada 8 hal yang akan berubah ketika manusia memasuki usia lansia. Apa saja?
1. Sistem kardiovaskular
Sistem kardiovaskular bertanggung jawab terhadap peredaran darah dari jantung ke seluruh tubuh. Saat memasuki usia lanjut, pembuluh darah dan arteri akan semakin kaku. Hal ini membuat otot jantung bekerja lebih keras untuk memompa darah. Dampaknya, risiko penyakit hipertensi pun akan meningkat.

baca juga: Studi: Remaja yang Suka Begadang Rentan Mengidap Asma dan Alergi

2. Otot dan tulang
Semakin bertambahnya usia membuat kepadatan dan ukuran tulang mengecil. Tulang juga menjadi lebih lemah, sehingga risiko cedera dan patah tulang meningkat. Hal yang sama juga terjadi pada otot, yang perlahan-lahan akan kehilangan kekuatan dan fleksibilitasnya.

3. Sistem pencernaan
Lansia sangat rentan mengalami sembelit, yang disebabkan oleh berubahnya sistem pencernaan. Banyak faktor yang memengaruhi hal ini, di antaranya adalah rasa haus dan nafsu makan berkurang, obat-obatan, dan juga masalah kesehatan lainnya.

baca juga: Dipercaya Bisa Obati Penyakit Kulit, Ibu Ini Buat Sabun dari ASI Miliknya

4. Saluran kencing
Sulit menahan kencing dan risiko ngompol terjadi di usia lanjut. Hal ini dikarenakan kekuatan otot kandung kemih yang melemah, dan kandung kemih yang kehilangan elastisitasnya. Pada lelaki, pembesaran prostat juga bisa memengaruhi frekuensi buang air kecil.

5. Ingatan dan kemampuan berpikir
Perubahan juga terjadi pada otak ketika memasuki usia lanjut. Kapasitas otak dan kemampuan kognitif akan berkurang jika tidak dilatih, menyebabkan lansia sulit mengingat nama dan kata.

baca juga: Dugaan Pakar: Virus Corona Sudah Ada Bertahun-tahun Tapi Tidak Aktif

6. Mata dan telinga
Semakin tua, kemampuan mata untuk fokus terhadap objek dan menangkap cahaya akan berkurang. Hal ini lambat laun akan membuat penglihatan memburuk, dan berpotensi menjadi penyakit katarak. Hal senada juga terjadi di telinga, di mana gendang telinga menjadi tidak sensitif pada suara di frekuensi tinggi.

7. Gigi
Kondisi gigi, gusi, dan rongga mulut juga terdampak oleh lanjutnya usia. Gusi akan semakin menipis, membuat gigi rentan tanggal dan ompong.

8. Kulit
Semakin tua, kulit juga akan kehilangan elastisitasnya. Kulit juga lebih rapuh sehingga memunculkan kerut dan keriput. Kulit juga lebih mudah kering sebagai akibat dari hilangnya jaringan lemak di bawah kulit. (*)

sumber: Suara.com

Penulis: Agusmanto