Benarkah Mendengarkan Musik Bisa Mengurangi Sakit Pasien Kanker?

ilustrasi mendengarkan musik
ilustrasi mendengarkan musik (net)

KLIKPOSITIF -- Mendengarkan musik ternyata memiliki efek bagi penderita kanker. Bahkan disebut bisa mengurasi rasa sakit pasien kanker. Apa sebabnya?

Dilansir dari Daily Mail, para ahli dalam penelitian mengungkapkan, musik bisa menyebabkan otak melepaskan bahan kimia yang membuat orang merasa senang, yaitu endorfin serta hormon dopamin dan serotonin.

baca juga: Bertambah Lagi, Total Kasus COVID-19 di Agam Menjadi 39

Selain itu, musik berfungsi sebagai pengalih perhatian. Studi pada pasien kanker payudara mengungkapkan musik membuat mereka berpikir tentang hal-hal selain penyakit. Sekitar 360.000 kasus kanker didiagnosis setiap tahunnya di Inggris.

Musik pun dipercaya sebagai bentuk yang murah dan mudah diakses untuk meningkatkan kualitas hidup pasien kanker. Dalam penelitian yang dipimpin oleh Dr Feng-Chi Hsieh dari Departemen Radiologi Yuan's General Hospital, Kaohsiung, Taiwan, 60 grup pasien kanker dibagi menjadi dua kelompok.

baca juga: Pendemi COVID-19 Belum Usai, Heboh Muncul Virus Tick Borne di China yang Menular

Setengah dari mereka mendengarkan musik di rumah menggunakan MP3 yang telah disediakan tim peneliti dengan pilihan musik klasik, populer, tradisional Taiwan, hingga musik religi. Sementara yang lain juga diberi pemutar MP3, tetapi hanya bisa mendengarkan suara sekitar. Hal ini terbukti tidak menimbulkan efek.

Para wanita menilai keparahan 25 gejala yang berbeda pada skala lima poin sebelum operasi mereka dan lagi setelah 6, 12, dan 24 minggu. Selain itu, mereka juga menilai lima kategori kelelahan, termasuk emosi dan fisik pada sakla lima poin yang terpisah.

baca juga: Bukan Kelinci Percobaan, Pakar Sebut Ini Manfaat Uji Coba Vaksin COVID-19 di Indonesia

Tingkat rasa sakit yang mereka rasakan dinilai pada skala 100 poin, lapor para peneliti dalam Europian Jounal of Cancer Care. Nilai rata-rata kelompok terapi musik turun lima poin pada penilaian enam minggu, tujuh poin dalam dua belas minggu, dan hampir sembilan poin setelah 24 minggu.

Nilai nyeri dan kelelahan keseluruhan juga turun. Bagi mereka yang mendengarkan musik , kelelahan fisik dan mental juga turun dalam enam minggu, tetapi tidak turun lebih jauh setelahnya. Berkurangnya nilai rasa sakit tersebut diyakini karena musik menghasilkan emosi positif dan menjauhkan dari pikiran negatif tentang kanker.

baca juga: Pemko Padang Klaim Telah Putus Penyebaran COVID-19 di Klaster Pasar Raya Padang

"Singkatnya, mendengarkan musik untuk sementara waktu dapat mengalihkan perhatian pasien dari rasa sakit mereka dan membawa kegembiraan," kata penulis dalam penelitian ini.

"Studi lain mengungkapkan bahwa 30 menit mendengarkan musik setiap hari meningkatkan harapan untuk bertahan hidup dan membantu pasien untuk mengingat kehidupan sebelum kanker," lanjutnya.

Bukan cuma itu saja, musik disebut juga memengaruhi sistem kardiovaskular, pernapasan, otot, kerangka, saraf, dan metabolisme, serta meredakan ketegangan otot dan nyeri.

"Terapi musik itu nyaman, tidak melibatkan prosedur invasif, dan dapat dengan mudah digunakan oleh orang-orang dalam kenyamanan rumah mereka," ungkap penulis studi Dr Kuei-Ru Chou dari Taipei Medical University.

Meski memiliki efek positif berdasarkan temuan dalam studi ini, penulis mengingatkan bahwa belum diketahui apakah musik dapat menghilangkan kelelahan fisik dan mental dalam jangka panjang. (*)

sumber: HiMedik

Penulis: Agusmanto