Sering Dihindari Karena Baunya, Petai Justru Obat Penyakit Berbahaya

Petai
Petai (net)

KLIKPOSITIF -- Sebagian orang mungkin tidak menyukai petai karena baunya yang sangat kuat. Padahal makanan berbau seperti petai ini memiliki banyak manfaat bagi kesehatan tubuh.

Melansir dari healthbenefitstimes.com, petai tidak hanya menawarkan kekuatan tapi juga mampu mencegah dan menyembuhkan berbagai macam penyakit.

baca juga: DPR Minta Pemerintah Turunkan Harga Tes Swab

Melebihi buah apel, petai memiliki protein 4 kali lebih banyak, karbohidrat 2 kali lebih besar, fosfor 3 kali lipat dan 5 kalilebih banyak vitamin A dan zat besi.

Bahkan petai juga memiliki lebih banyak kandungan vitamin dan mineral yang daripada buah apel.

baca juga: Ingin Kulit Wajah Lebih Sehat, Ini Cara Alami Mengatasi Jerawat

1. Anemia

Petai yang kaya kandungan zat besi dapat membantu mendorong pembuatan hemoglobin dalam darah. Artinya makanan ini sangat bermanfaat bagi penderita anemia untuk meningkatkan hemoglobin secara alami.

baca juga: Alat Tes COVID-19 Cepat Seharga Rp74 Ribu Akan Dipasok ke Seluruh Dunia

2. Tekanan darah

Sayuran dengan bau yang sangat kuat ini juga kaya kalium tetapi tetap rendah garam, kandungan itu yang membuatnya ideal untuk mengontrol tekanan darah tinggi.

baca juga: Mana yang Lebih Penting Untuk Tingkatkan Sistem Kekebalan, Vitamin C atau D? Ini Jawabnya

Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat pun mengakui petai mampu mencegah tekanan darah tinggi yang menyebabkan stroke dan jantung.

3. Stroke

Berdasarkan penelitian di New England Journal of Medicine menemukan bahwa petai mampu mencegah kematian akibat stroke hingga 40 persen. Hasil ini juga berkaitan dengan manfaat petai untuk menurunkan tekanan darah tinggi.

Sementara itu, di Asia Tenggara biji petai justru dimanfaatkan sebagai obat tradisional untuk mengatasi diabetes, kudis, edema, radang ginjal, kanker, hepatalgia, nefritis, kolik, kolera dan obat cacing.

Selain itu, mereka juga memanfaatkan daun petai untuk mengatasi penyakit kuning secara alami.

Sumber: himedik.com

Penulis: Rezka Delpiera