Hasil Studi: Sumpah Serapah Bermanfaat untuk Kesehatan

ilustrasi sumpah serapah
ilustrasi sumpah serapah (net)

KLIKPOSITIF -- Saat merasa kesal atau marah, terkadang seseorang meluapkannya melalui sumpah serapah atau mengumpat. Meski bisa menyakiti orang lain, mengumpat ternyata bermanfaat untuk kesehatan , menurut sebuah studi.

Hal ini diungkapkan melalui penelitian yang dilakukan Dr. Richard Stephens dan tim. Menurut temuannya mengumpat dapat membantu mengurangi rasa sakit dan menurunkan tingkat stres.

baca juga: Pandemi COVID-19, Momentum Transisi ke Energi Terbarukan

Dilansir dari Nypost, untuk mengarah pada kesimpulan ini, Richard yang merupakan dosen senior bidang psikologi di Keele University ini memaksa 67 siswa untuk mandi dalam cuaca dingin. Mereka dibagi dalam dua kelompok.

Kelompok pertama diminta untuk mengumpat selama menahan dingin yang menusuk. Sementara kelompok kedua hanya diizinkan mengucapkan kata-kata netral. Dr. Richard Stephens menemukan bahwa mengumpat meningkatkan ambang rasa sakit murid-muridnya hampir 50 persen.

baca juga: Ahli Sebut Indonesia Gagal Kendalikan Wabah COVID-19, Kenapa?

Rata-rata, siswa dapat mentolerir rasa sakit selama hampir dua menit ketika mengumpat, tapi hanya satu menit 15 detik ketika mereka tidak melakukannya.

"Sumpah serapah memicu produksi pereda rasa nyeri alami. Ketika adrenalin dilepaskan, jantung memompa lebih cepat dan kita menjadi lebih mampu untuk mengatasi agresor atau melarikan diri dengan cepat. Mengumpat juga membantu banyak orang lebih bisa mentolerir rasa sakit," imbuhnya.

baca juga: Tahun Ajaran Baru Dimulai, Waspadai Klaster COVID-19 Baru

Namun, Richard memperingatkan bahwa efeknya paling besar dialami mereka yang hanya sesekali sumpah serapah atau mengumpat, daripada mereka yang sering melakukannya.

"Jika ingin menggunakan efek pengurang rasa sakit ini untuk memperbaiki kondisi, maka mereka perlu melakukan umpatan, atau sumpah serapah, tapi dengan jumlah yang lebih sedikit, ingat ya sedikit!" seru Richards.

baca juga: WHO: Banyak Negara Salah Arah Tangani Virus Corona

Menurut Richard, sumpah serapah adalah bahasa emosional, tetapi jika digunakan secara berlebihan, akan kehilangan ikatan emosionalnya. Selain membantu mengatasi rasa sakit, Dr. Emma Byrne, seorang penulis mengatakan bahwa sumpah serapah dapat membantu membangun kedekatan antarrekan kerja dan meningkatkan produktivitas.

"Para ilmuwan telah menunjukkan bahwa tim yang saling mengumpat cenderung bekerja lebih efektif bersama, merasa lebih dekat, dan lebih produktif dibandingkan yang tidak," kata Emma.

Dia juga mengatakan bahwa sumpah serapah membuat jantung berdetak lebih cepat dan, yang menarik, membuat kita lebih kecil kemungkinannya untuk melakukan kekerasan fisik.

"Mengumpat bahkan telah menjadi bagian dari cara kita mengekspresikan perasaan positif seperti dilakukan penggemar sepakbola yang mengumpat ketika mereka senang atau frustasi dengan tim kesayangannya," tandasnya.

Jadi, jelas ya maksudnya. Sumpah serapah kalau sesekali memang ada manfaatnya bagi kesehatan . (*)

sumber: HiTekno

Penulis: Agusmanto