Simpan Ponsel di Saku Celana Bikin Mandul? Begini Fakta Medisnya

Ilustrasi
Ilustrasi (Net)

KLIKPOSITIF -- Selama ini banyak orang mengira menyimpan ponsel di saku celana akan mempengaruhi tingkat kesuburan seseorang alias bikin mandul. Faktanya, cara menyimpan ponsel tidak memberikan pengaruh apapun pada tingkat kesuburan seseorang.

Hal tersebut pun dibenarkan oleh seorang dokter Universitas Utah dalam penelitiannya di jurnal Environment International tentang keterkaitan antara ponsel di dalam saku dan kesuburan, seperti dilansir dari Health University Of Utah.

baca juga: Presiden Bagi-Bagi Nasi, Refly Harun: Saya Bisa Katakan Ini Kerumunan, Tapi.....

Ia mengatakan menyimpan ponsel di saku celana tidak langsung membuat seseorang mandul. Tetapi, mobilitas sperma dan kemampuannya bergerak menuju sel telur akan menurun 8% karena dampak paparan radiasi lektromagnetik dari ponsel .

Penelitian tersebut menunjukkan pria yang tidak terpapar radiasi ponsel memiliki 50%-85% sperma yang mencapai mobilitas normal. Hasil tersebut juga sama dengan peluang lamanya sperma bertahan hidup menuju sel telur.

baca juga: Ternyata Banyak Manfaat Berjalan Tanpa Alas Kaki di Atas Rumput, Simak Ulasannya

Fiona Mathews, dari departemen biosains di University of Exeter Inggris pun menyatakan kalau radiasi ponsel dalam saku celana akan berdampak pada kualitas sperma, bukan kemandulan secara tiba-tiba.

''Fakta ini penting bagi pria yang sudah senang menyimpan ponsel di dalam saku,'' ujarnya.

baca juga: Viral Pembagian Nasi Kotak dari Presiden, Beragam Komen Netizen Bermunculan

Lalu apakah menyimpan ponsel dalam saku celana sebuah kesalahan?

James M. Hotaling, seorang pakar kesuburan dan andrologi pria di University of Utah Health menegaskan tidak ada keterkaitan antara menyimpan ponsel dalam saku celana dengan kemandulan.

baca juga: DPR Minta Menkes Buat Instrumen Penanganan Covid-19 yang Efektif

Meski begitu, James tetap menyarankan pada pasiennya agar tidak menyimpan ponsel di dalam saku celana karena itu mempengaruhi kualitas dan jumlah sperma yang akan membuahi sel telur. Ia sendiri pun masih mencari tahu lebih dalam lagi terkait hubungan antara kesuburan pria dengan paparan ponsel .

'Jumlah sperma selalu bervariasi dalam setiap waktu. Artinya jumlah sperma pada tiap jam, hari dan bulannya bisa saja selalu berbeda,'' katanya.

Dibutuhkan waktu yang lama untuk memantau kualitas sperma pria dalam setiap waktunya untuk mencari tahu radiasi ponsel sangat mempengaruhi kesuburannya atau tidak.

James hanya menyarankan agar para pasangan yang menginginkan anak lebih fokus dalam menjaga pola makan dan gaya hidup yang sehat. Sebab, pola makan dan gaya hidup sehat itulah yang justru berpangaruh besar pada tingkat kesuburan seseorang. (*)

Sumber: Himedik

Penulis: Eko Fajri