Hasil Studi: Wanita yang Bertubuh Tinggi Bisa Hidup Lebih Lama

ilustrasi wanita tinggi
ilustrasi wanita tinggi (net)

KLIKPOSITIF -- Sebuah studi belakangan ini menyatakan bahwa wanita yang bertubuh tinggi dapat hidup hingga 90 tahun. Kesimpulan tersebut ditarik oleh para ilmuwan dari Universitas Maastricht yang mengamati hubungan antara tinggi badan , indeks massa tubuh (BMI) dan olahraga.

Penelitian yang diterbitkan dalam BMJ Journal of Epidemiology & Community ini menggunakan data pria dan wanita berusia 55 hingga 69 tahun, dimulai pada 1986 yang dikumpulkan oleh Netherlands Cohort Study. Hampir 8.000 peserta memberikan informasi tentang berat badan mereka pada usia 20 tahun, berat saat ini, tinggi badan dan waktu yang dihabiskan untuk berolahraga.

baca juga: Epidemiolog: Langkah Pemerintah Antisipasi Masuknya Varian Omicron Tepat

Mereka kemudian dipantau sampai mencapai usia 90 atau sampai meninggal. Hasilnya, sebanyak 433 pria dan 944 wanita bertahan hingga usia 90. Wanita yang mencapai usia ini memiliki tubuh yang lebih tinggi, berat badan lebih sedikit di awal penelitian dan berat badannya bertambah lebih sedikit sejak usia 20 tahun dibandingkan mereka yang meninggal sebelum berusia 90 tahun.

Wanita yang tingginya lebih dari 175 cm, 31 persen lebih mungkin mencapai usia 90 tahun daripada wanita yang tingginya 160 cm atau lebih pendek. "Kami hanya bisa berspekulasi soal mengapa tinggi badan wanita bisa dikaitkan dengan kemungkinannya mencapai usia tua," kata penulis utama Lloyd Brandts kepada INSIDER, seperti dikutip dari Himedik.

baca juga: Legislator Sarankan Tiga Langkah Sikapi Varian Baru Corona

"Kami memang berhipotesis bahwa hubungan yang diamati mungkin terkait dengan penyusutan, yang lebih umum terjadi pada wanita . Oleh karena itu, mereka yang lebih tinggi pada awal penelitian kami (pada usia 68-70 tahun) mungkin mengalami penyusutan yang lebih sedikit."

Menurut Pham Liem di Universitas Arkansas untuk Ilmu Kedokteran, orang menyusut dengan bertambahnya usia karena beberapa alasan. Orang dewasa yang lebih tua bisa menjadi lebih pendek karena tulang rawan di antara sendi mereka menjadi usang dan osteoporosis menyebabkan tulang belakang menjadi lebih pendek.

baca juga: Fadli Zon: Dunia, Jangan Lupakan Palestina

"Orang dewasa juga dapat kehilangan massa otot tanpa lemak tetapi bertambah gemuk. Ini adalah kondisi yang disebut sarkopenia," katanya.

Secara keseluruhan, penyusutan telah dikaitkan dengan nyeri punggung, mobilitas terbatas, patah tulang belakang dan pinggul, dan bahkan masalah jantung. Namun, karena para peneliti tidak mengetahui tinggi badan peserta sebelum penelitian, mereka tidak dapat mengatakan apakah ini benar-benar penyebabnya.

baca juga: Berlaku Mulai Hari Ini, Berikut Isi SE Tentang Protokol Kesehatan Perjalanan Internasional Terkait Temuan Baru Varian Virus Corona

Meski wanita yang lebih tinggi tampaknya memiliki manfaat dari penuaan, hal ini tidak ditunjukkan pada pria. Tingkat aktivitas fisik pada pria tampaknya lebih penting. Mereka yang berolahraga lebih dari 90 menit sehari menjadi 39 persen lebih mungkin mencapai usia 90 daripada mereka yang menghabiskan waktu kurang dari 30 menit untuk berolahraga.

Sementara itu, wanita yang berolahraga selama 30 sampai 60 menit sehari 21 persen lebih mungkin mencapai usia 90 tahun dibandingkan mereka yang berolahraga kurang dari 30 menit. "Kita harus menyadari bahwa temuan ini didasarkan pada studi observasional, dan karena itu kami tidak dapat menentukan penyebabnya," tambah Brandts.

"Misalnya, tingkat aktivitas fisik yang rendah mungkin juga menjadi indikator kesehatan yang memburuk, yang pada gilirannya mungkin juga menyebabkan kematian lebih awal," tutupnya. (*)

sumber: HiMedik

Penulis: Agusmanto