Bunda Yuk Kenali Ekspresi Bayi dan Cara Menanggapinya

Ilustrasi
Ilustrasi (Net)

KLIKPOSITIF -- Menurut Vivien Sabel, psikoterapis dan pakar bahasa tubuh dari Inggris, setiap ekspresi dan gerakan bayi dapat ditafsirkan. Orangtua akan lebih mudah mengetahui saat bayi mereka lapar, senang, marah, sakit, ingin bermain atau sekadar ingin dipeluk. Yuk, pahami bahasanya!

Dilansir dari Ayahbunda.co.id berikut 10 ekspresi bayi yang perlu dipahami orang tua.

baca juga: Mahasiswa Baru UMMY Solok Ikuti Pengenalan Kehidupan Kampus

1. Mengucek mata

Ketika bayi mengusap bagian wajah atau mata, artinya dia sedang ngantuk. Apalagi jika usapan dilakukan menjelang atau bertepatan dengan jam tidurnya. Artinya ia sedang ngantuk berat. Jika bayi diajak bercanda, maka ia justru merengek dan menangis, pertanda bayi Anda kelelahan.

baca juga: Kebijakan Pemerintah soal Kuota Pendidikan Dinilai Sia-sia

Tanggapi dengan….

Cek kondisi bayi lebih dulu, jika usapan tidak terjadi di jam tidur bayi serta diiringi dengan senyuman. Sebab bisa jadi ia sedang ingin bermain. Namun, bila dilakukan bertepatan dengan jam tidur, sebaiknya Anda berhenti mengajaknya bermain atau beraktivitas. Segera gendong atau nyanyikan lagu pengiring tidur sambil mengayunkannya pelan.

baca juga: Bunda Harus Tahu, Ini 15 Cara Memperbanyak ASI dengan Mudah dan Alami

2. Menggaruk telinga

Saat bayi menggaruk telinganya itu pertanda dia sedang merasa tidak nyaman. Berbagai hal bisa menjadi stimulus rasa tidak nyamannya muncul, misalnya rasa nyeri atau sakit pada bagian-bagian tubuh tertentu, suasana ruang yang terlalu berisik atau panas, popoknya yang sudah penuh atau diganggu dengan binatang (misalnya semut, nyamuk atau serangga lain).
Kondisi lain seperti gangguan atau infeksi bakteri/virus yang terjadi di dalam telinga atau organ tubuh lainnya juga bisa membuat anak tidak nyaman. Hal ini memang tidak bisa terlihat oleh mata telanjang.

baca juga: Pemko Padang Pasang WiFi di Masjid Bantu Pelajar Belajar Daring

Tanggapi dengan….

Ikuti insting Anda untuk menentukan apa yang yang membuatnya tak yaman. Cek suhu ruangan yang mungkin terlalu panas atau terlalu dingin. Begitu pula ketika ruangan terlalu berisik, pindahkan bayi ke tempat yang lebih tenang. Bila hal tersebut sudah dilakukan, namun ia tampak tak nyaman, usap pelan punggungnya atau tepuk-tepuk kecil pantatnya supaya dia berhenti menggaruk telinga. Bila bayi mengubah gerakannya menggaruk telinga menjadi menarik-narik telinga, artinya ada rasa sakit di dalam telinganya. Segera periksakan ke dokter anak .

3. Mengejan dan bersuara

Jika suara diikuti dengan adegan mengejan sehingga membuat wajah lugunya menjadi sedikit memerah, sudah bisa dipastikan bila bayi Anda ingin BAB atau buang air besar.

Tanggapi dengan….

Cek popok atau celana bayi Anda, bila terasa hangat dan mengeluarkan bau tak sedap pertanda ia sudah buang air besar. Pastikan bayi Anda sudah puas mengeluarkan isi perutnya. Sambil menunggu, Anda bisa siapkan perlengkapan ‘perang’ Anda untuk membesihkannya.

4. Merentangkan kedua tangan

Merentangkan kedua tangan merupakan tanda yang diberikan bayi untuk mengutarakan perasaan hatinya yang sedang senang. Pada kondisi ini anak merasa santai dan ingin mengeksplorasi sekelilingnya.

Tanggapi dengan….

Manfaatkan suasana hati anak untuk memberikan rangsangan positif guna menstimulasi tumbuh kembangnya. Misalnya dengan mengambil boneka kesukaannya dan menggerakkannya kesana-kemari sambil diiringi lagu. Kegiatan tersebut tidak hanya membuat ia semakin senang, tapi juga bisa menstimulasi indera penglihatan dan pendengarannya. Sesekali ajak bayi ke luar rumah atau bermain di teras rumah agar ia tidak bosan di dalam rumah.

5. Menendang

Saat bayi melihat bola-bola yang diletakkan di dalam bak atau mendengar suara kring-kring sepeda, lalu sesaat kemudian bayi Anda mengayunkan kedua kakinya seperti ingin menendang. Tendangan itu merupakan cara memberitahu Anda bahwa ia tertarik dan ingin menggapai bola-bola atau mendekati sumber suara kring-kring sepeda. Bahkan tendangan ini bisa disamakan artinya dengan ungkapan kata 'Wow keren!'

Tanggapi dengan….

Angkat anak dan dudukkan di pangkuan dan ajak ia mendekati sumber objek yang disukainya. Anda juga bisa ajak ia bermain dengan bernyanyi, biarkan tendangan kaki si kecil mengikuti irama lagu. Kegiatan ini dapat membantu mengembangkan otot-otot kaki bayi Anda, sebagai bekal ia merangkak nanti.

6. Mengeryitkan hidung

Menyodorkan mainan ke arah anak merupakan salah satu cara Anda berkomunikasi padanya ketika ingin ajak ia bermain. Bila bayi Anda tidak suka dengan mainan yang disodorkan atau sedang tidak mood bermain, ia akan merespon dengan mengernyitkan hidung.

Tanggapi dengan….

Cari dan tawarkan alternatif permainan lainnya. Jika Anda ragu, letakkan saja beberapa mainan di hadapannya, biarkan anak memilih sendiri mainannya. Bila perlu ajak ia bermain di luar ruangan, dijamin akan membuatnya lebih tertarik.

7. Mengalihkan pandangan

Layaknya orang dewasa, bayi juga bisa bosan. Bosan dengan aktivitas atau sesuatu yang ada di depannya. Oleh karena itu, ia mengalihkan rasa bosannya dengan gerakan membuang muka dan mencari objek yang menarik untuk dilihat.

Tanggapi dengan….

Biarkan saja bayi Anda ‘belanja’ pemandangan. Pastikan Anda mengikuti arah pandang matanya agar bisa turut mengenalkan dan menjelaskan apa yang dilihat si kecil. Coba ajak ia menatap cermin. Ia bisa tertawa melihat bayangannya di cermin.

8. Mencagep lidah

Bayi bermain-main dengan lidahnya hingga menghasilkan suara mengecap diikuti dengan gerakan tangan dimasukkan ke dalam mulut. Jelas sekali kalau ini tanda bahwa bayi Anda sedang lapar atau haus.

Tanggapi dengan….

Tunggu apalagi? Segera berikan makanan atau minumannya, baik ASI atau MPASI. Meski suara lidah mengecapnya terdengar ‘dahsyat’, bukan berarti Anda memberikan porsi makanan lebih karena dianggap sangat lapar. Cermati waktu makan dan waktu memberikan camilan pada bayi , sebab bayi yang tepat waktu makannya jarang mengeluarkan bahasa mengecap lidah.

9. Mengerutkan dahi

Mengerutkan dahi menjadi cara bayi untuk menunjukkan emosi negatif, seperti kebingungan dan ketakutan. Ketika bayi Anda marah, ia akan memerlihatkan matanya yang sedikit juling, mengernyitkan dahi sambil membuka mulutnya dan membuat bentuk seperti segi empat. Artinya, “Awas, aku marah, nih!”

Tanggapi dengan….

Cari tahu sumber amarahnya. Orangtua yang terlalu asyik menggoda bayi terkadang membuat bayi tidak nyaman atau Anda tidak sengaja membangunkan bayi yang sedang tidur pulas. Mengerutkan dahi akan berakhir dengan tangisan atau jeritan keras.

10. Menatap

Jangan merasa aneh saat Anda melihat ia tiba-tiba menatap pajangan berwarna merah muda di dinding dalam waktu lama. Bayi senang menatap benda-benda dengan warna cerah atau yang sedang bergerak. Tatapannya memberi arti ia sedang menganalisa objeknya menurut versinya, sekaligus penasaran dengan benda yang ditatapnya.

Tanggapi dengan….

Dekatkan bayi dengan benda yang sedang ditatapnya untuk mengobati rasa penasarannya. Perlihatkan juga aneka mainan bayi dengan warna-warna mencolok untuk menstimulasi indera pengelihatannya. Mainan berbentuk juga tak ada salahnya dikenalkan pada bayi . Percayalah bayi Anda mudah penasaran dengan berbagai macam benda. (*)

Penulis: Eko Fajri