Guru Besar Kedokteran Unand : Cegah Penyakit PE, Kehamilan Perlu Perencanaan

Prof. Dr. dr. Yusrawati, SPOG (K)
Prof. Dr. dr. Yusrawati, SPOG (K) (Joni Abdul Kasir/KLIKPOSITIF)

PADANG, KLIKPOSITIF -- Prof. Dr. dr. Yusrawati, SPOG (K) guru besar dalam ilmu Obstetri dan Ginekologi dari Fakultas Kedokteran mengatakan, kehamilan harus direncanakan dengan baik sehingga berdampak baik terhadap ibu dan bayi yang akan dilahirkan. Apalagi perencanaan satu tahun setelah lahiran anak pertama hal itu untuk mencegah terjadinya preeklamsia (PE).

"Satu tahun pasca kelahiran perlu di evaluasi, perlu dilakukan pengecekan, bagaimana fungsi ginjal, tensi, lever harus sehat lagi, baru bisa hamil lagi," ujarnya usai pengukuhan guru besar dengan hasil penelitian Prospek Pengembangan Sumberdaya Lokal Sebagai Pengan Fungsional dan Produk Lainnya, Senin, 5 November 2018 di Unand .

baca juga: Mengatasi Ketombe dengan Minyak Serai, Begini Caranya

Dijelaskannya, Preeklamsia adalah sebuah komplikasi pada kehamilan yang ditandai dengan tekanan darah tinggi (hipertensi) dan tanda-tanda kerusakan organ, misalnya kerusakan ginjal yang ditunjukkan oleh tingginya kadar protein pada urine (proteinuria). Preeklamsia juga sering dikenal dengan nama toksemia atau hipertensi yang diinduksi kehamilan .

Gejala preeklamsia biasanya muncul saat usia kehamilan memasuki minggu ke-20 atau lebih (paling umum usia kehamilan 24-26 minggu), sampai tak lama setelah bayi lahir. Preeklamsia yang tidak disadari oleh sang ibu hamil bisa berkembang menjadi eklamsia, kondisi medis serius yang mengancam keselamatan ibu hamil dan janinnya.

baca juga: Sejumlah Vitamin Ini Bisa Bantu Mencegah Stres

"Walaupun penyebab utama preeklamsia masih belum diketahui secara pasti. Akan tetapi 80 sampai 90 persen PE dapat dicegah. Inikan penyakit kehamilan , maka cara mencegahnya dengan mempersiapkan kehamilan ," katanya.

Dilanjutkannya, World Health Organization (WHO) memperkirakan penyakit ini tujuh kali lebih tinggi di negara berkembang dari pada negara maju. Insiden preeklamsia di Indonesia mencapai 128. 273 pertahun.

baca juga: Soal Virus Corona B117, Jokowi: Disiplin Jalankan Prokes

"Wanita yang kekurangan asupan kalsium sebelum dan saat kehamilan , juga akan disarankan mengonsumsi suplemen kalsium untuk mencegah preeklamsia. Meski demikian, wanita hamil sebaiknya jangan mengonsumsi obat, vitamin, atau suplemen apa pun tanpa berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter kandungan. Terpenting pola hidup sehat," tukasnya.

Terakhir disampaikannya, perlu adanya sosialisasi dari pemerintah untuk pola hidup sehat sebelum kehamilan sehingga ibu dan bayi selamat.

baca juga: Anda Kesepaian, Penelitian: Cobalah Memelihara Tanaman dalam Ruangan

[Joni Abdul Kasir]

Penulis: Rezka Delpiera