Wajib Tahu! Tirai Rumah Sakit Ternyata Menyimpan Bakteri Berbahaya

ilustrasi tirai yang ada di ruangan pasien.
ilustrasi tirai yang ada di ruangan pasien. (net)

KLIKPOSITIF -- Dalam sebuah penelitian terbaru yang dimuat dalam American Journal of Infection Control, para peneliti menilai tingkat kontaminasi bakteri pada 10 tirai privasi yang baru dicuci di Unit Luka Bakar/Plastik Regional Pusat Layanan Kesehatan di Winnipeg, Kanada.

Empat tirai ini ditempatkan di empat tempat tidur dalam satu ruangan, empat lainnya ditempatkan di dua kamar ganda dan dua sisanya di area yang tidak terkena kontak langsung dengan pasien atau perawat. Selanjutnya, tirai dipantau selama 21 hari.

baca juga: WHO: Masih Ada Harapan untuk Mengendalikan Wabah COVID-19

Setelah digantung, tirai di kamar pasien menjadi semakin terkontaminasi, dan pada hari ke-14, 88 persen tirai dinyatakan positif bakteri resisten Staphylococcus aureus (MRSA), yang menimbulkan ancaman serius bagi pasien. Padahal, tak ada satu pun tirai yang ditempatkan di kamar pasien terkontaminasi MRSA.

Maka dari itu, para peneliti mengambil sampel dari area di mana orang-orang memegang tirai dan hasilnya menunjukkan bahwa kontaminasi berasal dari kontak langsung. Sedangkan, tirai yang tidak ditempatkan di ruang pasien tetap bersih sepanjang 21 hari.

baca juga: KPK Cium Modus Dana Anggaran Penanganan COVID-19 Dipakai Buat Pilkada

"Kami tahu bahwa tirai privasi menimbulkan risiko tinggi terjadinya kontaminasi silang karena mereka sering disentuh tetapi jarang diganti," papar penulis penelitian, Kevin Shek.

"Tingginya tingkat kontaminasi yang kami lihat pada hari ke-14 mungkin merupakan waktu yang tepat untuk melakukan intervensi, baik dengan membersihkan atau mengganti tirai," imbuhnya.

baca juga: Jumlah Pasien Positif Corona Melonjak Jadi 74.018 Orang di Indonesia

Menjaga kebersihan lingkungan pasien merupakan hal penting dalam mencegah infeksi yang terkait dengan kesehatan . Ini karena tirai privasi bisa menjadi cara penularan penyakit.

"Maka dari itu diperlukan jadwal pembersihan rutin, serta usaha lain yang lebih potensial untuk melindungi pasien dari bahaya ketika mendapat perawatan di rumah sakit ," papar Janet Haas selaku Presiden APIC (Association for Professionals in Infection Control and Epidemiology). (*)

baca juga: Studi Ungkap Teh Hijau Bisa Tekan Dampak Aterosklerosis

sumber: HiMedik

Penulis: Agusmanto