13 Klub Otomotif Bukittinggi Deklarasikan IOB

Pendeklarasian IOB yang ditandai dengan pengguntingan pita di Dymens Hotel Bukittinggi, Kamis (16/06/2016)
Pendeklarasian IOB yang ditandai dengan pengguntingan pita di Dymens Hotel Bukittinggi, Kamis (16/06/2016) (Haswandi/KLIKPOSITIF)

KLIK POSITIF – Sebanyak 13 klub otomotif yang ada di Bukittinggi mendeklerasikan Ikatan Otomotif Bukittinggi (IOB) di Dymens Hotel Bukittinggi , Kamis 16 Juni 2016. IOB ini merupakan organisasi induk bagi seluruh komunitas otomotif di Bukittinggi , yang dikoordinatori oleh Ridwan.

Ridwan mengatakan, 13 klub otomotif Bukittinggi yang bergabung dengan IOB itu adalah BMWCCI (BMW Car Club Indonesia), TKCI (Toyota Kijang Club indonesia), GCC (Great Corolla Community), POC (Pajero Owners Community), Ramin VW (Ranah Minang VW), RCC (Rolla Classic Community).

baca juga: Bukittinggi Mundur dari Tuan Rumah TdS 2021, Ini Penyebabnya

Selain itu juga ada DHIS (Daihatsu Hijet Independen Sumatera), ILC (Indonesia Lancer Community), COC (Cielo Owner Community), SCCI (Suzuki Carry Community of Indonesia), DFI (Daihatsu Feroza Indonesia), ICDXC (Indonesia Corolla DX Community), Grandcivic.com.

“IOB ini terbentuk karena ada kesepahaman dan kesepakatan dari klub otomotif yang ada di Bukittinggi . IOB ini bertujuan untuk menjalin silaturrahmi antar komunitas otomotif dan sebagai wadah pemersatu insan otomotif,” ujar Ridwan.

baca juga: Ditengah Pandemi Corona, Pemko Bukittinggi Naikkan Target PAD Sektor Pariwisata

Ridwan melanjutkan, IOB berkeinginan untuk memberi contoh yang baik di tengah masyarakat, dan ingin membuktikan bahwa pecinta otomotif bukanlah seperti yang dibayangkan masyarakat awam.

“Banyak yang menilai, orang otomotif itu penuh hura-hura, identik dengan balap liar, narkoba, dunia malam, dan kegiatan lainnya yang sifatnya negatif. Semua penilaian negatif itu tidak benar,” sambungnya.

baca juga: Kurangi Potensi Banjir, Dinas PU Bukittinggi Akan Bangun Saluran Primer

Sementara itu, penggagas IOB, Ivan Haykel mengatakan, IOB akan selalu bersinergi dengan seluruh pemangku kepentingan masyarakat, tak terkecuali bersinergi dengan pemerintah dan kepolisian.

“Bisa saja nantinya IOB ini menjadi pilot project tertib lalu lintas di jalan raya, atau dilibatkan dalam setiap kegiatan kepemerintahan. Setelah pendeklerasian ini, kami akan mendaftarkan IOB ke Kesbangpol, lalu akan membangun sekretariat,” jelasnya.

baca juga: Dasa Wisma Pakan Labuah Masuk 5 Besar Nominasi Sumbar

Penulis: Iwan R