Tidak Hanya Sakit Hati, Wanita Patah Hati Juga Alami Sakit Fisik

Ilustrasi
Ilustrasi (Pixabay)

KLIKPOSITIF -- Patah hati adalah hal yang sering dialami kaum muda khususnya remaja. Ketika patah hati , wanita cenderung merasa sedih dan stres.

Mungkin kita yang tidak pernah mengalami akan berpikir bahwa patah hati merupakan hal biasa. Namun, bagi yang mengalami atau pernah mengalami patah hati adalah hal yang menyakitkan.

baca juga: Surat Edaran Wali Kota Terkait Perayaan HUT RI Direvisi, Masyarakat Padang Boleh Adakan Lomba

Tidak hanya sakit ''hati'', fisik pun juga. Mengapa bisa fisik? Berikut penjelasannya.

1. Sakit di sekujur tubuh

baca juga: Lagi, Empat Warga Tanah Datar Terkonfirmasi Positif COVID-19 Cluster Puskemas I Limo Kaum

Hormon stres dan pikiran negatif berkomplot untuk membuat wanita merasakan sakit di sekujur tubuh saat merasakan sakit hatikarena patah hati .

Pikiran negatif akan memicu hormon stres meningkat, kemudian menyebabkan pusing dan sakit di seluruh tubuh karena aliran darah meningkat.

baca juga: Jelang HUT Kemerdekaan RI ke-75, Positif Corona Tembus 2.345 Kasus

2. Sakit perut

Patah hati akan membuat sistem saraf tertekan. Tekanan ini akan berpengaruh secara langsung pada sistem pencernaan yang membuat perut menjadi sakit dan mual.

baca juga: Satu Warga di Pessel Kembali Terkonfirmasi Positif COVID, Kali Ini dari Tarusan

3. Menurunnya sistem kekebalan tubuh

Kekecewaan karena patah hati dapat mengganggu kekebalan tubuh yang berpengaruh terhadap kerusakan sel. Oleh sebab itu, virus menjadi lebih mudah masuk sehingga menyebabkan cepat sakit seperti flu dan meriang.

4. Terganggunya kesehatan kulit

Saat patah hati , hormon kortisol yang berhubungan dengan stres akan meningkat. Ketika hormon ini meningkat, maka berpengaruh juga pada kesehatan kulit.

Dalam kondisi ini, kulit akan memproduksi lebih banyak minyak. Tak heran, ketika stres akibat patah hati banyak wanita menjadi jerawatan dan timbul komedo.

5. Rambut rusak

Jika stres yang dialami berlebihan, akan mengganggu pertumbuhan rambut. Hal ini disebut fase telogen effluvium, dimana rambut berhenti tumbuh atau mulai rontok.

Jadi, jangan sepelekan patah hati ya. Karena tidak hanya ''hati'' yang sakit, namun fisik juga menjadi sakit. [Himedik.com]

Penulis: Rezka Delpiera