Dibolehkan MUI, Ini Fakta Mengerikan Jika Tidak Imunisasi MR

ilustrasi
ilustrasi (internet)

KLIKPOSITIF -- Kontroversi soal hukum vaksin MR (measles rubella ) sejak dikeluarkannya fatwa MUI membuat masyarakat bingung sekaligus khawatir, karena takut menyalahi hukum agama.

Padahal jika dibaca secara utuh, Majelis Ulama Indonesia ( MUI ) menyebutkan bahwa vaksin MR dari Serum Institute of India (SII) saat ini boleh digunakan karena kondisi darurat lantaran belum ditemukan vaksin MR yang halal dan bila tak diimunisasi akan ada dampaknya.

baca juga: Fatwa MUI: Vaksin Covid-19 Produksi Anhui Halal

Mengenai dampak yang ditimbulkan dari kedua virus ini, Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), dr Aman Pulungan SpA (K) mengatakan, sudah banyak bukti yang menunjukkan bahwa tertular campak dan rubella sama-sama menyebabkan masalah kesehatan yang berat bagi anak-anak.

Untuk campak misalnya, Indonesia, kata dr Aman, menempati posisi kedua negara dengan kasus campak terbanyak di dunia. Dampaknya sangat mematikan, anak yang tertular campak bisa juga mengidap pneumonia, diare dan kondisi kurang gizi. Kalau rubella mungkin orang menganggap hanya merah- merah, panas tidak begitu tinggi.

baca juga: MUI Nyatakan Vaksin Zifivax Halal dan Aman Digunakan

"Tapi yang bahaya itu kalau anak yang terinfeksi rubella akan menularkan ke ibu hamil itu anak yang dikandung berisiko 90 persen terkena kongenital rubella syndrom. Coba bayangkan anak lahir buta, tuli, jantung bocor, otak kecil," ujar dr Aman dalam temu media di Kementerian Kesehatan, Kamis (23/8) dilansir dari suara.com, jaringan Klikpositif.

Dia menambahkan, biaya perawatan yang harus disiapkam untuk mengatasi anak dengan kondisi kongenital rubella syndorm bisa mencapai Rp 300-400 juta. Itu sebabnya penyakit ini dianggap sebagai kiamat kecil jika diderita sebuah keluarga.

baca juga: Bukan Paksaan, MUI Jelaskan Ini Fungsi Standardisasi Dai

"Di Indonesia ada sekitar 2800 kasus kongenital rubella syndrom per tahun. Coba bayangkan kalau satu anak Rp 300-400 juta dikali 2800 bisa berapa? Jadi kalau ada satu orang di keluarga terkena kongenital rubella syndrom ini seperti kiamat kecil. Biayanya sangat besar," terang Aman merinci.

Itu sebabnya ia menganjurkan orangtua memberikan imunisasi MR pada buah hatinya demi menghindari tertularnya virus ini. Selain gratis karena menjadi program pemerintah, efektivitas vaksin MR tak perlu diragukan lagi. (*)

baca juga: Gelar Standardisasi, MUI: Dai Harus Memiliki Pengetahuan Agama dan Kebangsaan yang Memadai

Penulis: Agusmanto