Ikuti 6 Cara Ini untuk Mengenali Penculik Anak

ilustrasi
ilustrasi (internet)

KLIKPOSITIF -- Kasus penculikan anak bisa terjadi di mana saja. Terlebih di musim mudik dan liburan seperti sekarang, anak-anak rentan menjadi korban penculikan di tempat umum. Banyak macam dan cara yang dilakukan oleh para pelaku saat orangtua sibuk dengan urusannya.

Ekstra waspada tak hanya berlaku bagi orangtua si anak. Anda yang berada di sekitar mereka pun wajib memasang radar untuk mengenali ciri-ciri orang di sekitar yang berniat jahat kepada anak-anak.

baca juga: Viral, Ibu Ini Bagikan Trik Praktis Ganti Popok Bayi Tanpa Harus Lepas Celana Bayi

Dilansir dari Tip Hero, National Center for Missing and Exploited Children (NCMEC) memberi tips cara mengenali penculik anak di sekitar kita:
1. Melakukan penyuapan
Anak-anak mudah percaya, bahkan terhadap orang asing. Dan para penculik tahu hal itu. Itu sebabnya, orang yang berniat jahat pada anak-anak kerap kali tampak begitu baik dengan menawarkan permen, mainan atau sesuatu yang lain yang disukai anak-anak.

Mereka melakukan penyuapan dengan tujuan agar anak mau pergi bersama mereka. Lihatlah bahasa tubuh anak-anak. Jika anak tampak tak nyaman saat ada orang dewasa yang menawarkan sesuatu kepada mereka, maka Anda patut curiga.

baca juga: Bunda Ingat Pentingnya Mengetahui 3 Gaya Belajar Ini, Si Kecil Pakai yang Mana?

2. Anak diajak main oleh anak yang tidak dikenal
Orangtua biasanya mengasosiasikan penculik sebagai orang dewasa, tapi kadang para penculik itu menggunakan anak-anak lain untuk membantu mereka dalam aksinya. Si penculik bisa saja meminta seorang anak untuk mengajak anak yang menjadi targetnya ke taman bermain.

Jadi, jangan berbaik sangka dulu ketika ada seorang anak tiba-tiba mengajak anak Anda bermain. Tanyakan pada si kecil apakah ia mengenal anak baru yang mengajaknya bermain itu.

baca juga: Mengandung Banyak Vitamin, Daun Pepaya Punya 5 Manfaat Kesehatan Ini Loh

3. Orang dewasa meminta bantuan anak
Pernah dengar, kan, seorang anak diculik dengan modus si penculik meminta bantuan anak. Misal, untuk mencari anjingnya yang hilang. Kemungkinannya hanya ada satu, ini bisa jadi indikasi penculikan. Pikirkan saja, jika orang dewasa membutuhkan bantuan, dia tentu tidak akan memintanya pada seorang anak.

4. Perhatikan bahasa tubuh anak
Jika Anda mendengar seorang anak memanggil 'Om' atau 'Tante' kepada orang dewasa yang bersamanya namun mereka tampak saling asing, maka waspadalah. Apalagi jika bahasa tubuh anak terlihat tak nyaman, atau ia terus bertanya, "Kita mau pergi kemana?"

baca juga: Menurut Ahli, Ini Lama Waktu yang Dibutuhkan Untuk Mengubah Kebiasaan

5. Anak menangis
Tidak semua orangtua akan merespons anak-anak yang berteriak dan menangis. Mereka bahkan kerap mendiamkannya. Tapi, gunakanlah feeling Anda dalam hal ini. Anak yang menangis sambil berjuang melepaskan diri dari orang dewasa, tentu bukanlah pertanda yang baik.

6. Orang asing yang mengaku sebagai keluarga
Salah satu cara paling umum yang dilakukan penculik anak adalah dengan mengaku kalau mereka adalah teman keluarga si anak. Penculik mungkin akan berbohong pada anak dengan mengatakan bahwa dia adalah teman ibu si anak atau bahwa ayah si anak berada di rumah sakit dan dia ditugaskan untuk menjemput si anak. (*)

Penulis: Agusmanto