Peneliti: Anak-anak Cenderung Banyak Makan Jika Kesal dan Stres

ilustrasi
ilustrasi (shutterstocks)

KLIKPOSITIF -- Seperti orang dewasa, anak-anak juga bisa mengalami apa yang disebut emotional eating atau makan secara emosional, yaitu sikap beralih ke makanan ketika mereka merasa stres atau kesal. Perilaku ini ternyata mereka pelajari dari orang dewasa di sekitarnya, bahkan diwarisi dari orangtua.

Sebuah studi yang dilakukan University College London (UCL) yang hasilnya diterbitkan dalam jurnal Pediatric Obesity menemukan bahwa penyebab utama dari makan emosional ini adalah lingkungan rumah dan sebagian besar karena kebiasaan orangtua yang kerap memberi anak-anak makanan untuk membuat mereka merasa lebih baik.

baca juga: Bunda Harus Tahu, Ini 15 Cara Memperbanyak ASI dengan Mudah dan Alami

Dilansir dari suara.com, jaringan KLIKPOSITIF Nasional Network (KPNN), penelitian baru ini didasarkan pada studi UCL sebelumnya yang diterbitkan pada tahun 2017 yang menyoroti efek kuat dari lingkungan rumah pada kebiasaan makan emosional.

"Mengalami stres dan emosi negatif dapat memiliki efek yang berbeda pada selera makan ," kata Dr. Moritz Herle, UCL Great Ormond Street, Institut Kesehatan Anak yang memimpin penelitian.

baca juga: Kapan Keluarga Muda Harus Mulai Menabung Dana Pendidikan Anak?

Beberapa orang mengidamkan camilan favorit mereka, sementara yang lain kehilangan keinginan untuk makan sama sekali ketika merasa stres atau sedih.

"Penelitian ini mendukung temuan kami sebelumnya yang menunjukkan bahwa emosi anak-anak yang berlebihan dan kurang makan sebagian besar dipengaruhi oleh faktor lingkungan,” katanya.

baca juga: Orangtua Kenali Keterlambatan Perkembangan Gerak Anak, Wajib Lakukan Ini

Studi ini mengamati 398 anak kembar berusia empat tahun dari Twins Early Development Study (TEDS), setengahnya berasal dari keluarga dengan orangtua gemuk dan setengahnya lagi berasal dari orangtua dengan berat badan yang sehat.

Orangtua melaporkan kebiasaan makan dan kecenderungan anak-anak mereka untuk makan secara emosional. Para peneliti kemudian membandingkan data antara kembar identik dan non-identik bersama dengan tingkat makan emosional mereka dan menemukan perbedaan yang sangat sedikit.

baca juga: Selain Masalah Mental, Stres Juga Bisa Memicu Demam

Hal ini menunjukkan bahwa lingkungan lebih merupakan faktor daripada gen. Para peneliti menjelaskan bahwa emosi berlebihan dan kurang makan dapat berlanjut sampai mereka dewasa dan menjadi faktor risiko untuk perkembangan obesitas atau gangguan makan seperti anoreksia nervosa atau bulimia. (*)

Penulis: Agusmanto