Modibaxs, Band Perantau Sumbar di Blantika Musik Nasional

Empat personel Modibaxs band.
Empat personel Modibaxs band. (istimewa)

KLIKPOSITIF -- Seperti ungkapan masyarakat di Sumbar pada umumnya, setiap orang yang merantau pasti akan menuai kesuksesan. Filosofi itu pula yang menjadi penyemangat bagi empat perantau muda asal Sumbar di Jakarta ini untuk membuat sebuah band .

Di tengah banyaknya band -band baru yang naik daun dan persaingan di indutri musik yang semakin ketat, empat pemuda ini malah lebih bersemangat dan tertantang. Karena itulah, mereka dengan tekat yang bulat membentuk band bernama Modibaxs.

baca juga: Delapan Keluarga di Padang Ini Akan Menginap di Rumah Wali Kota

Modibaxs adalah perantauan. Begitu filosofiny. Band yang beranggotakan perantauan kelas pemula ini terbentuk di akhir 2016 dengan formasi Yandra (Gitar, Vokal) , Ramzi (Drum) , Andre ( Bass, Vokal Latar) dan Kykiel ( Synth, Vokal Latar) .

Mengusung musik populis dan manis dengan balutan raw ala ala, Modibaxs memiliki segmen tersendiri di mata para penggemarnya. Memfokuskan proses kreatif di studio, akhirnya pada awal Maret 2018, Modibaxs melakukan satu sesi rekaman live di Elephant Studio Jakarta.

baca juga: Andre Rosiade dan 9 Kepala Daerah di Sumbar Tindak Lanjuti Program ke Kementerian Perdagangan RI

Dengan ketidakmatangan yang ranum dan tensi naik turun, enam lagu berhasil direkam dalam sesi tersebut. Memanfaatkan momen sejuta umat musik bernama Record Store Day, Modibaxs secara luhur merilis enam lagu tersebut dalam format CD bertajuk : MODIBAXS Live!!.

"Sebuah album demo nan sepatutnya tidak diperjual belikan, namun sekali lagi ini adalah bentuk kesombongan yang disengaja," kata Yandra, lead vokal dan guitar Modibaxs kepada KLIKPOSITIF .

baca juga: Koperasi di Padang Ini Jual Sembako Murah

Dan jangan berharap ini adalah sesuatu yang keren, karena apapun yang mentah sebenarnya kurang menyehatkan. Namun, setidaknya nomor-nomor dari sesi ini masih bisa didengar, terlepas dari baik buruknya. "Untuk saat ini, CD MODIBAXS Live!! dicetak terbatas sebanyak 25 keping saja," ujar Yandra.

So! Biarkan musik bicara dan berkata apa adanya. Karena dengan musik , kehidupan akan lebih indah. "Semoga saja apa yang kami ciptakan bisa dicintai banyak orang," tutup Yandra. (*)

baca juga: Dorong Pariwisata, Pemko Padang Panjang Berencana Bangun Muusem Kereta Api

Penulis: Agusmanto