Selama 2017, Puskesmas Luki Layani 1.745 Pasien ISPA

Kepala Puskesmas Luki Ns. Hj.Linda Hasmi, S.Kep,
Kepala Puskesmas Luki Ns. Hj.Linda Hasmi, S.Kep, (Riki S/Klikpositif)

PADANG, KLIKPOSITIF - Selama 2017, Puskesmas Lubuk Kilangan (Luki) menerima 1.745 pasien yang menderita penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut ( ISPA ). Jumlah tersebut, merupakan penyakit paling banyak yang ditangani Puskesmas Luki, Kota Padang.

"Rata-rata penyebabnya, debu, cuaca yang tidak baik dan iklim yang sering berubah dan pola hidup yang tidak sehat yang dapat meyebabkan daya tahan tubuh menurun," kata Kepala Puskesmas Luki Ns. Hj.Linda Hasmi, S.Kep, kepada KLIKPOSITIF .com, Selasa (16/1/2018).

baca juga: Multiplier Effect Proyek Normalisasi Intake Baringin: Serap 250 Tenaga Kerja Lokal di Masa COVID-19

Alumni STIKES Indonesia itu juga membeberkan 10 penyakit terbanyak yang ditangani Puskesmas Luki. Selain ISPA sebagai penyakit terbanyak, penyakit hipertensi juga menjadi penyakit terbanyak kedua dengan jumlah 1.186 kasus.

"Kemudian batuk menjadi penyakit terbanyak ketiga dengan jumlah 1.142 kasus. Sedangkan penyakit febris atau demam, berada diurutan penyakit terbanyak keempat dengan jumlah 982 kasus," ujarnya.

baca juga: Semen Padang Normalisasi Intake Baringin, 120 Ha Sawah akan Dialiri Air

Setelah febris, penyakit gastritis atau peradangan pada dinding lambung dan biasa disebut dengan maag, berjumlah 806 kasus. Menurutnya, gastritis ini bukanlah penyakit, namun sebuah kondisi yang disebabkan oleh beragam faktor yang berbeda.

faktor tersebut di antaranya seperti konsumsi alkohol berlebihan, stres, muntah-muntah yang kronis, atau obat-obatan tertentu. Infeksi, refluks empedu, bakteri, dan anemia pernikus juga penyebab umum dari gastritis lainnya.

baca juga: Diduga Edarkan Sabu, Sopir Angkot Dibekuk Polisi yang Pura-pura Jadi Penumpang di Padang

"Pada kebanyakan kasus, gastritis bukanlah kondisi yang serius. Namun, jika dibiarkan, hal tersebut dapat menyebabkan hilangnya darah dalam jumlah banyak karena ulkus dan/atau kanker lambung," ujarnya.

Kemudian penyakit terbanyak lainnya, adalah mylagia atau sakit otot dengan jumlah 802 kasus, diabetes melitus sebanyak 597 kasus, kelainan refraksi 465 kasus, alergi kontak dermatis 314 kasus dan nekrosis of pulp atau sakit gigi sebanyak 263 kasus.

baca juga: Anjangsana ke Panti Sosial Anak Asuh Lubuk Kilangan, Semen Padang Serahkan Tali Asih

"Agar masyarakat tidak mudah terserang penyakit, maka biasakanlah menjalankan pola hidup sehat dan bersih (PHBS) dengan cara rutin cuci tangan pakai sabun, tidak merokok, makan buah dan sayur, perbanyak mengkonsumsi air putih dan lain sebagainya," pungkas Linda.

[Cecep Jambak]

Penulis: Riki Suardi