Studi: Kurang Tidur Dapat Secara Efektif Mengobati Gejala Depresi

Ilustrasi
Ilustrasi (drblog.in)

KLIKPOSITIF  - Studi yang dilakukan periset dari University of Pennsylvania mengungkapkan bahwa aktivitas kurang tidur yang dikendalikan dalam pengaturan terkontrol dapat mengatasi gejala depresi.

Periset itu menemukan bahwa kekurangan tidur parsial, yanki tidur selama tiga sampai empat jam yang diikuti dengan waktu terjaga selama 20-21 jam sama efektifnya dengan kurang tidur selama 36 jam.

baca juga: Presiden Bagi-Bagi Nasi, Refly Harun: Saya Bisa Katakan Ini Kerumunan, Tapi.....

Meskipun, kekurangan tidur total atau kekurangan tidur parsial dapat menghasilkan perbaikan klinis pada gejala depresi dalam waktu 24 jam, antidepresan adalah pengobatan depresi yang paling umum, yang biasanya memakan waktu berminggu-minggu atau lebih lama untuk menunjukkan hasil.

Temuan ini baru-baru ini diterbitkan dalam Journal of Clinical Psychiatry. Periset melakukan kajian pertama tentang masalah ini selama 30 tahun dengan harapan dapat memberikan bantuan bagi sekitar 16,1 juta orang dewasa yang mengalami gejala depresi berat pada tahun 2014.

baca juga: Ternyata Banyak Manfaat Berjalan Tanpa Alas Kaki di Atas Rumput, Simak Ulasannya

"Lebih dari 30 tahun sejak ditemukannya efek antidepresi seperti kurang tidur, namun kami masih belum memiliki pemahaman yang efektif mengenai seberapa efektif pengobatan ini dan bagaimana mencapai hasil klinis terbaik," kata associate professor di University of Pennsylvania, Philip Gehrman.

Penelitian sebelumnya telah menunjukkan efek antidepresan yang cepat dari kurang tidur pada kurang lebih 40-60 persen individu, namun tingkat respons ini belum dianalisis untuk mendapatkan persentase yang lebih tepat sejak tahun 1990 meskipun lebih dari 75 studi dilakukan sejak saat itu.

baca juga: Viral Pembagian Nasi Kotak dari Presiden, Beragam Komen Netizen Bermunculan

"Analisis kami justru melaporkan seberapa efektif kekurangan tidur dan siapa saja yang harus melakukannya," kata Gehrman.

Dengan mengkaji lebih dari 2.000 penelitian, tim tersebut menarik data dari kelompok terakhir yang terdiri dari 66 studi yang dilaksanakan selama periode 36 tahun, untuk menentukan bagaimana tanggapan dapat dipengaruhi oleh jenis dan waktu kurang tidur yang dilakukan, sampel klinis, status pengobatan, usia dan jenis kelamin sampel.

baca juga: DPR Minta Menkes Buat Instrumen Penanganan Covid-19 yang Efektif

Peneliti juga mengeksplorasi bagaimana tanggapan terhadap kekurangan tidur mungkin berbeda di seluruh penelitian sesuai dengan bagaimana "respon" didefinisikan dalam setiap penelitian.

" Studi -studi ini dalam analisis kami menunjukkan bahwa kurang tidur efektif untuk banyak orang, terlepas dari bagaimana respons diukur, bagaimana kekurangan tidur disampaikan, atau jenis depresi yang dialami subjek, kami menemukan tingkat respons yang hampir setara," katanya.

Periset mengungkapkan bahwa penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengidentifikasi secara tepat bagaimana kurang tidur menyebabkan pengurangan keparahan depresi yang cepat dan signifikan.

Sumber: www.Boldsky.com

Penulis: Khadijah