Ilmuwan Berhasil Temukan Obat Atasi Rasa Nyeri Akibat Kerusakan Saraf

Ilustrasi
Ilustrasi (Boldsky)

KLIKPOSITIF - Ilmuwan Universty of Texas temukan obat penghilang rasa nyeri yang ampuh yang lebih efektif dibandingkan obat yang kini direkomendasikan oleh ahli kesehatan . Penelitian ini dipublikasikan di jurnal ACS Chemical Neuroscience.

Obat ini dinamai UKH-1114 yang dapat digunakan dengan dosis lebih rendah serta durasi waktu yang lebih lama dalam menghilangkan rasa sakit.

baca juga: WHO: Masih Ada Harapan untuk Mengendalikan Wabah COVID-19

Penghilang rasa sakit ini sama efektifnya untuk menghilangkan nyeri neuropatik ini telah dicobakan pada tikus yang menderita rasa nyeri akibat suatu penyakit yang tengah dideritanya.

"Biasanya nyeri neuropatik ini disebabkan adanya sistem saraf yang rusak. Obat ini sama efektifnya dengan penghilangkan rasa sakit gabapentin, yang merupakan obat untuk mencegah dan mengontrol kejang," kata salah seorang periset, Stephen Martin.

baca juga: KPK Cium Modus Dana Anggaran Penanganan COVID-19 Dipakai Buat Pilkada

Ilmuwan menguji UKH-1114 pada tikus yang mengalami kerusakan saraf dan menemukan bahwa obat ini dapat mengurangi rasa sakit dan juga gabapentin, namun dengan dosis yang jauh lebih rendah (seperenam lebih banyak) dan efektif Lebih lama (bertahan selama beberapa hari, dibandingkan dengan 4 sampai 6 jam).

"Jika obat ini aman diketahui aman dan efektif digunakan untuk manusia, maka sebuah proses pengobatan yang biasanya memakan waktu bertahun-tahun dapat dengan mudah dan cepat diatasi dengan obat ini," kata Stephen.

baca juga: Jumlah Pasien Positif Corona Melonjak Jadi 74.018 Orang di Indonesia

Ia menjelaskan, Gabapentin ini adalah opioid dan memiliki kekurangan seperti menyebabkan kerusakan kognitif pada pengonsumsinya, jadi obat ini adalah alternatif opioid tersebut,

"Ini akan membuka adanya perawatan baru untuk nyeri neuropatik yang bukan opioid. Dan itu memiliki implikasi yang sangat besar," kata Martin.

baca juga: Studi Ungkap Teh Hijau Bisa Tekan Dampak Aterosklerosis

Obat rasa sakit yang mereka temukan mengikat reseptor pada sel di seluruh sistem saraf pusat yang disebut reseptor sigma 2. Meskipun ditemukan 25 tahun yang lalu, para ilmuwan masih belum mengetahui apa yang telah dilakukan sigma sampai sekarang.

Penelitian ini adalah pengujian pertama menunjukkan bahwa reseptor sigma 2 dapat menjadi target untuk mengobati nyeri neuropatik, kata periset.

Sumber: www.Boldsky.com

Penulis: Khadijah