Salurkan Hobi Lewat Kombatsena Sumbar, Karyawan Semen Padang Ini Bantu Peladang Kendalikan Hama Tumbuhan

Joko Ade Saputra (dua dari kiri) memegang senapan angin berfoto bersama dengan Walikota Padang, Mahyeldi Ansharullah (tiga dari kiri) disela-sela berburu hama wereng di kawasan perbukitan di Kota Padang beberapa waktu lalu.
Joko Ade Saputra (dua dari kiri) memegang senapan angin berfoto bersama dengan Walikota Padang, Mahyeldi Ansharullah (tiga dari kiri) disela-sela berburu hama wereng di kawasan perbukitan di Kota Padang beberapa waktu lalu. (Istimewa)

Di Semen Padang , setiap karyawan memiliki hobi maupun karakteristik yang berbeda-beda. Mulai dari pecinta sepak bola, balap, maniac nonton box office, dan lain sebagainya. Namun, tidak sedikit juga yang memiliki hobi menembak dan berjiwa military life style. Mulai dari hobi nonton film perang, main game perang, kolektor miniatur militer, bahkan hobi menembak secara real life. 

****

baca juga: Terseret Ombak di Pantai Lolong Padang, Bocah 10 tahun Ditemukan Meninggal Dunia

Satu dia antara ribuan karyawan tersebut, adalah Joko Ade Saputra. Staff Biro Pengadaan itu, kini tengah menekuni olahraga menembak menggunakan senapan angin. Menurutnya, menembak tidak hanya sebagai olahraga, tapi sudah menjadi hobinya sedari dulu.

Di olahraga menembak ini, katanya, 90 persen adalah mengenai mental. Bahkan di olahraga ini banyak sisi positif yang ditemukan. Di antaranya, dapat mempertajam dan mengembangkan level konsentrasi, serta dapat menimbulkan pemikiran kreatif yang bisa mengantarkan kepada kesuksessan.

baca juga: Audensi dengan Komisi IV DPRD Sumbar, GMNI Padang Sorot Dugaan Penyalahgunaan Dana Covid-19

"Olahraga menembak ini juga dapat melunjak adrenaline yang menyebabkan aliran darah kita meningkat, sehingga sumber energi di dalam tubuh juga bertambah," kata pria 30 tahun itu saat ditemui beberapa waktu lalu.

Bagi warga sipil, lanjutnya, olahraga menembak ini bisa dijalankan asalkan mengikuti peraturan hukum yang berlaku. "Tentu saja, kemahiran dalam menembak sangat diperlukan sebelum mempraktikannya," ujar Joko.

baca juga: Dinkes Padang Berikan 1000 Dosis Vaksin Kepada TNI dan Polri

Joko menuturkan bahwa hobi menembak bukan untuk hura-hura. Apalagi, katanya, hobi menembak tersebut sudah digemarinya sedari kecil. Saat itu, dirinya masih duduk di bangku kelas V SD. Kemudian, dirinya diajak ke ladang oleh kedua orangtuanya.

Setiba di ladang, Ayahnya mengajak dirinya berburu tupai dan kera menggunakan senapan angin. Sebab, kedua hama tumbuhan itu selalu merusak hasil panen di ladang berupa kelapa dan kakao.

baca juga: Dinkes Padang Telah Vaksin 10 Ribu Nakes, Kini Giliran Pelayan Publik dan Lansia

"Disela-sela berburu itu, Ayah sesekali juga mengajarkan saya bagaimana cara menggunakan senapan angin. Sejak saat itu, saya jadi hobi menembak. Bahkan, hampir setiap libur pekan saya bersama Ayah pergi ke ladang untuk berburu tupai dan kera menggunakan senapan angin," terangnya.

Agar hobinya tidak berbenturan dengan hukum yang berlaku, Joko mengaku bahwa dirinya bergabung dengan Komunitas Menembak Tepat dengan Sasaran (Kombatsena) Sumbar pada November 2014. Komunitas ini, kata dia, berada di bawah payung Perbakin Sumbar.

"Di komunitas ini banyak manfaatnya. Di antaranya, menambah kemampuan dalam bidang perbaikan senjata. Kemudian dapat mengasah kemampuan menembak tepat sasaran. Sebab, komunitas yang berdiri sejak 15 Juli 2011 lalu itu, hingga sekarang eksis melakukan pembinaan terhadap atlet menembak," bebernya.

Bantu Petani dan Peladang

Selain terus mempertajam skill menembak, pria kelahiran Lubuk Alung, Kabupaten Padang Pariaman itu bersama Kombatsena, hampir setiap libur pekan berburu tupai dan kera di kawasan perkebunan warga yang ada di Sumbar.

Dikatakannya, berburu tupai dan kera merupakan permintaan para petani dan peladang. Sebab, dampak dari gangguan tupai dan kera, membuat para peladang dan petani mengalami kerugian. Namun, perburuan ditekankan kepada tupai.

Belum lama ini, katanya, bersama Kombatsena dirinya diundang ke kawasan perkebunan di Padang Pariaman. "Yang mengundang kami walinagari daerah setempat. Di sana, puluhan hama tupai berhasil kami kendalikan," ungkapnya.

Selain di Padang Pariaman, Cakar Semen Padang Angkatan XIV itu juga menuturkan bahwa Kombatsena, juga ikut serta mengendalikan hama tumbuhan di kawasan perkebunan di Kota Padang , yaitu di Lubuk Timpuruang, Kecamatan Kuranji, dan di Bukit Ngalau, Indarung.

"Perburuan kami di kedua lokasi itu, yang mengundang adalah Kepala Dinas Pertanian Peternakan Perkebunan dan Kehutan Kota Padang . Saat berburu di dua tempat tersebut, Walikota Padang , Mahyeldi Ansharullah, juga ikut berburu bersama kami," bebernya.

Gitaris terbaik Porseni Semen Padang tiga kali berturut-turut itu, juga mengungkapkan bahwa tupai yang ditembak pada umumnya diserahkan kepada masyarakat yang mebutuhkannya. "Hama tupai ini sangat bermanfaat untuk obat kulit, asma dan diabetes," terang gitaris TBD Band (binaan Forum Kominikasi karyawan Semen Padang ).

Joko juga memaparkan bahwa saat ini, dirinya sudah mengoleksi tiga pucuk senapan tipe PCP (Pre Charge Pneumatic) cal 4.5 mm. Untuk satu senapan, dibelinya dengan harga kisaran Rp10 juta-an. Meski harganya tergolong mahal, namun dirinya tidak mempersoalkannya.

"Kalau harga tidak jadi persoalan, karena di era digital ini, semua teknologi tentu harus diupgrade meskipun biayanya mahal. Kalau tidak, kita akan kesulitan untuk mengimporiovisasi kemampuan, dalam hal ini menembak tepat sasaran," katanya.

Sementara itu, Sekretaris Umum Kombatsena Sumbar, Jasril, menyebut komunitas menembak Kombatsena sudah memiliki legalitas, sehingga semua kegiatannya tidak berbenturan dengan undang-undang yang berlaku.

Selain untuk membina atlet dan berburu hama tumbuhan, Kombatsena ini, katanya, didirkan bertujuan untuk mengakomodir masyarakat sipil yang memeiliki hobi berburu menggunakan senapan angin, karena menurutnya, senapan termasuk senjata berbahaya.

"Senapan angin itu punya dampak yang membahayakan kalau orang yang menggunakannya tidak mendapatkan edukasi. Jadi, itulah salah satu alasan kenapa Kombatsena didirikan," terang Kepala Unit Pelaksanaan Penimbangan Kendaraan Bermotor Tanjung Balik, Dishub Sumbar itu.

Ditambahkannya, pada awal Kombatsena didirikan, jumlah anggota hanya sekitar 20 orang. Lambat laun, jumlah tersebut bertambah seiring meningkatnya animo masyarakat yang hobi berburu menggunakan senapan angin. Saat ini, katanya Jasril, jumlah anggota mencapai 600 orang.

"Mereka tersebar di seluruh kabupaten dan kota di Sumbar. Namun dari jumlah tersebut, yang aktif di olahraga berburu hama hanya sekitar 100 orang. Sisanya, ada yang aktif di dalam hal perbaikan senjata, dan aktif dalam pembinaan atlet menembak," pungkasnya.(Riki Suardi)

Penulis: Riki