Tunggakan Iuran BPJS di Pasaman Mencapai Rp6,5 Milliar

"Lebih 70 persen peserta BPJS kesehatan mandiri menunggak"
Kartu BPJS Kesehatan (KLIKPOSITIF/Ocky Anugrah Mahesa)

PASAMAN, KLIKPOSITIF -- Tunggakan perserta penerima kartu Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan (BPJS) Kesehatan Mandiri di Kabupaten Pasaman sampai akhir tahun 2016 mencapai Rp6,5 miliar.

Lebih 70 persen peserta BPJS kesehatan mandiri menunggak. Pembayaran iuran peserta baru dilalukan 28,46 persen.

"Tagihan tahun 2016 ini seharusnya Rp.9.032.207.877 namun baru dibayar hanya Rp 2.570.717.806," kata Kepala Kantor Layanan Operasional (KLO) BPJS Kesehatan Pasaman, Syafruddin pada KLIKPOSITIF, Jumat 23 Desember 2016.

Penyebab tingginya angka tunggakan ini dipengaruhi beberapa faktor yakni ketidak mampuan bayar iuran, mampu tapi tidak mau bayar iuran. Kemudian, tunggu dulu sakit, setelah pulang dari rumah sakit tidak mau lagi bayar iuran dan ada juga dipengaruhi akses pembayaran yang jauh dan ketidakpahaman peserta.

Menurutnya, jumlah peserta BPJS di Pasaman berjumlah 225.785 jiwa, dan 17.681 jiwa di antaranya merupakan perserta mandiri. "Peserta mandiri inilah yang menunggak lebih dari 70 persen," ujar Syafruddin.

Peserta mandiri itu merupakan kategori masyarakay mampu sebab peserta dari masyarakat miskin sudah ditanggung pemerintah melalui program Jamkesmas atau kartu sehat dan dari APBD bernama Jamkesda.

"Pemanfaatan pelayanan kesehatan justru dari peserta mandiri, tapi malah mereka pula yang menunggak," sebut Syafruddin.

Ia mengungkapkan, peserta mandiri ini memanfaatkan BPJS kesehatan di RSUD Lubuk Sikaping, setiap bulannya peserta mandiri mendapatkan layanan kesehatan dengan biaya subsidi mencapai ... Baca halaman selanjutnya