Sepanjang 2016, Tunggakkan Iuran BPJS di Pessel Mencapai Rp2,6 Miliar

"Membekaknya tunggakan ini terhitung mulai sejak 1 Januari 2014 lalu sampai akhir 2016"
Ilustrasi Kartu BPJS Kesehatan (KLIKPOSITIF/Ocky Anugrah Mahesa)

PESSEL, KLIKPOSITIF -- Kantor Layanan Operasional (KLO) BPJS Kesehatan Pesisir Selatan menyebutkan, jumlah tunggakan perserta penerima kartu Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan (BPJS) Kesehatan di daerah itu, sampai akhir tahun 2016 mencapai Rp2,6 miliar.

"Membekaknya tunggakan ini terhitung mulai sejak 1 Januari 2014 lalu sampai akhir 2016 ini yang tercatat secara keseluruhan," kata Kepala Kantor Layanan Operasional (KLO) BPJS Kesehatan Pessel, Santi Setiawati pada KLIKPOSITIF, Kamis 22 Desember 2016.

Ia mengatakan, jumlah peserta BPJS Kesehatan di daerah itu pertahunnya terus mengalami peningkatan. Sampai tahun 2016 ini, jumlah peserta yang menerima kartu BPJS Kesehatan di daerah ini sudah mencapai 262 ribu sejak tahun 2014 lalu.

"Jumlah peserta yang terdaftar sudah 50 persen dari 522.768 jumlah penduduk yang ada di Pesisir Selatan. Namun tingkat kesedaran peserta, masih kurang untuk membayar iuran perbulan," sebutnya kemudian.

Menurutnya, pembengkakan tunggakan iuran tahun ke tahun itu disebabkan karena penambahan peserta BPJS dari yang mendaftar secara mandiri.

"Membengkaknya jumlah tunggakan ini, seiring dengan bertambahnya jumlah peserta mandiri. Saat ini, jumlah peserta mandiri sudah mencapai 32 ribu orang, dari 262 ribu jumlah total peserta yang terdaftar di BPJS Kesehatan Pessel," katanya kemudian.

Ia juga menyebutkan tunggakan iuran BPJS tersebut akan mempersulit peserta untuk mendapatkan jasa pengobatan. "Kalau tunggakan dibiarkan. Nanti akan memberat peserta sendiri. Jika sewaktu-waktu terdesak membutuhkan pengobatan, biaya iyuran tentu tidak seperti biasa. Atau ada aturan-aturan yang membuatnya tidak berlaku," ujar Santi.

Sementara data Badan Pusat Statistik (BPS) Pesisir Selatan mendata, bahwa 38 ribu jumlah penduduk di daerah itu, masih berpenghasilan Rp333 ribu perbulan. Hal ini diprediksi menjadi penyebab rendahnya kesadaran masyarakat untuk melakukan pembayaran ... Baca halaman selanjutnya