Ini Perbandingan Suhu Air dan Teh Untuk Hasilkan Cita Rasa yang Enak Menurut Ahli

Teh Hijau
Teh Hijau (Net)

KLIKPOSITIF - Kesalahan dalam membuat teh hijau atau green tea bisa diakibatkan karena cara menyeduhnya yang keliru. Suhu air yang terlalu rupanya tidak dianjurkan saat menyeduh green tea. Kenapa?

Tapi, menurut konsultan Institut Teh Indonesia Ratna Somantri teh yang kurang enak biasanya diakibatkan karena teknik menyeduh yang keliru.

baca juga: Ahli Virologi dari China Klaim Kelelawar Jenis Ini Sebagai Inang Virus Corona

"Paling basic adalah green tea jangan diseduh dengan suhu air medidih. Karena nanti akan membuat rasa tehnya terlalu pekat, juga rasa fresh pada green tea jadi hilang," jelas Ratna melalui siaran langsung media sosialnya, Rabu (8/4/2020).

Ratna menjelaskan, sebenarnya lama seduh ditentukan berapa banyak teh yang digunakan. Sehingga kadar teh terhadap air akan menentukan waktu seduh yang digunakan.

baca juga: Ramadan Usai, Ini Tips Tetap Sehat dari Pakar Gizi

"Kalau misalnya gunakan metode modern yang rasionya 100 mililiter air itu biasanya 1 gram teh , biasanya dua menit seduhnya. Kalau misalnya pakai teko yang ukuran 120 mililiter ini biasanya pakai 4 gram teh , seduhnya ini hanya 30 detik maksimal 40 detik. Karena rasio tehnya lebih banyak," paparnya.

Pada prinsipnya, Ratna menyampaikan bahwa semakin banyak takaran teh yang digunakan maka waktu seduh sebaiknya makin sebentar. Karena kalaupun diseduh dalam waktu singkat teh sudah cukup terekstrak.

baca juga: Halaman Utama The New York Times Dipenuhi Nama Korban COVID-19

Sementara suhu air yang digunakan untuk menyeduh green tea, Ratna menyarankan cukup 70 derajat. Agar hasil teh tidak terlalu pekat.

"Tapi ada yang 80 derajat itu pasti rasa pahitnya akan lebih keluar," ucapnya.

baca juga: Ketum PP Muhammadiyah: Jangan Lengah Atas Nama Berdamai

Suhu air yang digunakan untuk menyeduh memang dapat mempengaruhi hasil teh , kata Ratna. Namun dari segi kesehatan , menurutnya, sebaiknya green tea diseduh tidak lebih dari 80 derajat.

Editor: Eko Fajri