Penelitian: Sering Bermain Bersama buat Otak Orang Tua dan Anak Terhubung

ilustrasi
ilustrasi (net)
KLIKPOSITIF

- Peneliti dari Princeton University, Amerika Serikat, mempelajari fenomena hubungan orangtua adn anak dengan melihat rekaman aktivitas otak beberapa bayi dan orang dewasa. Mereka menemukan bahwa otak bayi dan orang dewasa mengalami beragam aktivitas saraf yang mirip ketika bermain bersama.

Aktivitas saraf tersebut naik dan turun dalam waktu yang sama setiap kali keduanya berbagi mainan dan menjalin kontak mata. Penelitian ini dilakukan terhadap 2 kelompok. Pada kelompok pertama, orang dewasa dan bayi berinteraksi langsung selama 5 menit. Para orang dewasa mengajak bermain menggunakan mainan, menyanyikan lagu, atau membacakan cerita sambil membiarkan bayi duduk di pangkuan.Pada kelompok kedua, para peneliti bercerita kepada orang dewasa, tapi bayi dibiarkan bermain bersama orangtuanya. Selama berinteraksi, kedua kelompok sama-sama mengenakan alat khusus untuk merekam aktivitas otak mereka.

Hasilnya, bayi dan orang dewasa yang berinteraksi secara langsung memiliki aktivitas saraf yang mirip pada beberapa bagian otak. Kemiripan ini tidak ditemukan pada bayi dan orang dewasa yang saling berjauhan dan tidak bertatap wajah secara langsung. Saat berkomunikasi, bayi dan orang dewasa mengalami kondisi yang disebut feedback loop.

Baca Juga

Otak orang dewasa mampu memperkirakan kapan bayi akan tertawa, sementara otak bayi balik memprediksi kapan orang dewasa akan mengajaknya berbicara. Tanpa disadari, otak bayi ternyata 'mengarahkan' otak orang dewasa ketika keduanya bermain bersama. Interaksi tersebut terjadi secara terus-menerus dan bertambah kuat dengan adanya kontak mata serta penggunaan mainan.

Baca Juga

Editor: Ramadhani

Video Terbaru

Wawancara Khusus Langsung dari Ruang Perawatan Pasien COVID 19 di RSAM Bukittinggi

YouTube channel KlikPositif.com