Ini Fakta Tentang Penyakit Demam Berdarah Dengue

Ilustrasi
Ilustrasi (Net)

KLIKPOSITIF - Penyakit demam berdarah dipicu oleh gigitan nyamuk aedes aegypti yang membawa virus dengue atau DENV.

Infeksi dari virus ini bisa menyebabkan gejala seperti demam tinggi, kepala pusing, sensasi nyeri pada mata, otot, dan persendian, dan munculnya ruam-ruam pada kulit. Penderita DBD juga cenderung mengalami sensasi tubuh yang lelah, nyeri perut, hingga menurunnya kadar trombosit di dalam darah dengan drastis.

Berikut adalah beberapa fakta terkait dengan penyakit ini.

Baca Juga

Cara Virus Dengue Memicu DBD

Selama ini, kita hanya mengetahui bahwa virus dengue berasal dari nyamuk aedes aegypti. Dalam realitanya, nyamuk ini memang menjadi pembawa dari virus ini. Jika sampai kita tergigit nyamuk ini, virus akan segera menginfeksi dengan gejala yang muncul sekitar 3 hingga 7 hari setelah digigit. Di hari ke-5 atau 6, tubuh akan mengalami demam tinggi.

Nyamuk Aedes Aegypti Bisa Ditemukan di Sekitar Rumah

Nyamuk aedes aegypti yang membawa virus dengue bisa ditemukan di iklim tropis dan subtropis. Nyamuk ini juga cenderung semakin meningkat jumlahnya di musim hujan karena ada banyak sekali genangan air yang bisa digunakan untuk berkembang biak.

Nyamuk ini cenderung suka tinggal di tempat yang dingin serta gelap seperti di dalam lemari atau di pojok perabotan rumah tangga. Jika di dalam rumah ada penampungan air atau bak mandi yang terbuka, maka akan menjadi tempat ideal bagi mereka untuk terus berkembang biak.

Menghindari Demam Berdarah

Pakar kesehatan menyarankan kita untuk menjaga kebersihan rumah dan area sekitar rumah demi mencegah perkembangan nyamuk penyebab DBD. Kita juga bisa menutup atau mengubur benda-benda yang berpotensi bisa membuat air menggenang.

Jika nyamuk cukup banyak di lingkungan kita, sebaiknya memakai obat nyamuk elektrik, lotion anti nyamuk, atau memasang kelambu. Kita juga sebaiknya memakai pakaian lengan panjang dan tidak sembarangan menggantung pakaian yang sudah dipakai sebelumnya karena cenderung disukai oleh nyamuk. (*)

Sumber: Doktersehat

Editor: Eko Fajri