Tingkatkan Kepuasan Peserta, BPJS Kesehatan Bukittinggi Bersama FKTP Swasta Evaluasi Layanan

(Ist)

KLIKPOSITIF - Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) merupakan garda terdepan pelayanan kesehatan kepada peserta program Jaminan Kesehatan Nasional - Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS). Fungsi FKTP sebagai gatekeeper mempunyai fungsi kontak layanan peserta (First Contact), pelayanan berkelanjutan (Continuity), pelayanan paripurna (Comprehensiveness) dan koordinasi pelayanan (coordination).

Sesuai dengan peraturan Konsil Kedoteran Indonesia Nomor 11 Tahun 2019 tentang standar kompetensi Dokter Indonesia, terdapat 144 jenis penyakit dengan tingkat kemampuan 4A, dimana 144 diagnosa tersebut harus bisa di selesaikan dan dituntaskan oleh FKTP. Untuk memastikan hal tersebut berjalan dengan baik, BPJS Kesehatan bersama dengan FKTP swasta yang bermitra dengan BPJS Kesehatan melaksanakan kegiatan evaluasi kinaerja FKTP Swasta dan Kepatuhan FKTP terhadap kontrak,Selasa (17/12).

Kegiatan yang diikuti oleh 48 pimpinan atau perwakilan FKTP swasta yang bekerjasama dengan BPJS Kesehatan di wilayah Kantor Cabang Bukittinggi, Kepala BPJS Kesehatan Yessy Rahimi beserta tim.

Baca Juga

Kepala BPJS Kesehatan Yessy Rahimi memaparkan dalam materinya, kegiatan ini dilaksanakan untuk mengoptimalkan pelayanan yang diterima oleh peserta JKN – KIS dan permasalahan yang ditemukan di lapangan. Mengingat FKTP sebagai gatekeeper pelayanan kesehatan, kualitas pelayanan kesehatan yang diberikan FKTP sangatlah penting.

“Kualitas pelayanan merupakan elemen penting dalam penyelenggaraan program JKN – KIS, BPJS Kesehatan berupaya menjaga kepuasan peserta dengan meningkatkan kualitas layanan mulai dari internal kami hingga bersama Stakeholder dalam meningkatkan kualitas mutu pelayanan bagi peserta JKN – KIS secara efektif dan efisien. Selain itu Tidak hanya FKTP swasta, tetapi besok kita bersama evaluasi dengan FKTP Pemerintah,” Ujar Yessy.

Pertemuan ini juga membahas penilaian terhadap FKTP melalui sistem Kapitasi Berbasis Kompetensi (KBK) dengan melihat pencapaian indikator yang meliputi beberapa aspek. Aspek pertama adalah angka kontak yang merupakan indikator untuk mengetahui tingkat aksesbilitas dan pemanfaatan pelayanan primer di FKTP oleh peserta berdasarkan jumlah peserta JKN – KIS. Aspek kedua adalah rasio rujukan non spesialistik untuk mengetahui kualitas pelayanan, sehingga rujukan sesuai indikasi medis. Indikator ketiga adalah rasio peserta Prolanis (Pengelolaan penyakit kronis) yang mana indikatornya telah disepakati oleh FKTP dan BPJS Kesehatan terhadap peserta Prolanis.

“Jaminan kesehatan yang dikelola BPJS Kesehatan memberikan pelayanan yang komprehensif dari fasilitas kesehatan, melalui mekanisme rujukan berjenjang dan mencakup seluruh indikasi medis sesuai prosedur dan ketentuan yang berlaku,” ujar Yessy.

Sementara itu salah satu praktek dokter pribadi yang bekerjasama dengan BPJS Kesehatan dr. Mustika Sari mendukung kegiatan yang dilaksanakan ini.

“Kami sangat menyambut baik pertemuan ini yang diadakan oleh BPJS Kesehatan, selain kami mengetahui bagaimana pelayanan di FKTP daerah lainnya, kami bisa mengevaluasipelayanan kesehatan yang telah kami berikan di Tahun 2019 ini, membahas kendala – kendala yang terjadi dilapangan dan tantangan ke depannya,” ujar Sari. [Relis]

 

Penulis: Khadijah