Ini Mitos-mitos Seputar Gerhana Matahari Cincin dari Beberapa Negara

Ilustrasi
Ilustrasi (Net)

KLIKPOSITIF -- Gerhana Matahari Cincin (GMC) yang terjadi pada hari ini, 26 Desember dapat diamati di langit Indonesia dan beberapa negara lainnya. Di sisi lain, peristiwa tersebut telah memunculkan banyak mitos dan takhayul dari zaman kuno yang berkaitan dengan praktik budaya dan kisah legenda.

Dilansir dari laman Latest LY, berikut delapan mitos tentang Gerhana Matahari Cincin berasal dari seluruh dunia:

1. Di Indonesia, dipercaya saat Gerhana Matahari Cincin iblis Rahu mencoba memakan Matahari, tetapi panas membakar lidahnya ketika dia meludahkannya. Rahu sendiri merupakan iblis dari kepercayaan umat Hindu.

Baca Juga

2. Dalam beberapa budaya di dunia, selama Gerhana Matahari Cincin berlangsung, masyarakat akan berkumpul dalam jumlah besar dan membuat keramaian menggunakan berbagai peralatan. Hal ini adalah upaya untuk menakut-nakuti setan yang menyebabkan Gerhana.

3. Dalam legenda Yunani kuno, gerhana Matahari disebut sebagai penyebab kemarahan dewa. Peristiwa langit ini diyakini sebagai awal dari bencana dan kehancuran.

4. Mitos lainnya yang masih ada hingga saat ini adalah perempuan yang hamil diminta untuk tetap berada di dalam rumah selama gerhana Matahari terjadi. Para ibu itu diminta untuk memakai semacam logam untuk menutupi perut mereka sebagai upaya keamanan.

5. Perempuan hamil juga diminta untuk tidak makan makanan yang dimasak dari sebelum Gerhana Matahari terjadi.

6. Di Transylvania, penduduk setempat percaya bahwa Gerhana Matahari dapat menyebabkan wabah.

7. Penduduk Amerika percaya bahwa kegelapan dari gerhana Matahari disebabkan karena seekor naga menelan Matahari dan Bulan saat terjadi Gerhana.

8. Cerita rakyat Korea menyebutkan bahwa Gerhana Matahari terjadi karena anjing-anjing mistis berusaha mencuri Matahari.

Setiap masyarakat di seluruh dunia memiliki mitosnya masing-masing yang berasal dari kebudayaan dan kepercayaan setempat. Sejak dulu, Matahari selalu dianggap menjadi sumber cahaya dan energi bagi orang-orang zaman kuno sehingga peristiwa Gerhana Matahari tampak seperti ancaman. (*)

Baca Juga

Penulis: Eko Fajri