Sering Dianggap Tabu, Ini Mitos Tentang Miss V di Tengah Masyarakat

ilustrasi
ilustrasi (net)

KLIKPOSITIF-Membicarakan organ vital dan alat reproduksi sering dianggap tabu atau tidak sesuai dengan norma dalam masyarakat. Kondisi ini membuat banyak mitos atau informasi yang tidak teruji kebenarannya secara keilmuan berkembang dalam masyarakat.

Mitos ini juga banyak terjadi seputar vagina dan vulva hingga kini masih banyak didengar di kalangan masyarakat. Dalam buku The Vagina Bible, ginekolog Jen Gunter mencoba menghilangkan prasangka tentang mitos yang berhubungan dengan vagina dala masyarakat.

Dilansir dari Insider berikut beberapa mitos tentang vagina yang diluruskan oleh Gunter:

Baca Juga

Mengonsumsi makanan tertentu membuat vagina berbau wangi

Dalam bukunya The Vagina Bible, Gunter menjelaskan bakteri sehat dalam vagina seseorang, selain lendir serviksnya, bertanggung jawab atas bau di area kewanitaan. Semua ini tidak ada hubungannya dengan makanan sama sekali. Makanan tidak dapat membunuh, mengubah atau membuat bakteri berkembang biak dengan cara apapun.

baca juga: Ingin Menu Sarapan Sehat, Ini Daftar yang Layak Dicoba

Belum ada penelitian yang menunjukkan jenis makanan berdampak pada bau vagina. Jika vagina berbau tidak normal, kemungkinan disebabkan oleh infeksi yang memerlukan konsultasi dengan dokter.

Persalinan dini dapat terjadi apabila melakukan hubungan intim

Beberapa wanita hamil mungkin takut melakukan hubungan intim penetrasi karena khawatir hal itu dapat menyebabkan persalinan dini. Menurut Gunter, berhubungan intim selama kehamilan itu benar-benar aman dan tidak akan menyebabkan persalinan dini. Hal itu kecuali Anda memiliki masalah serviks yang dapat meningkatkan kehammilan berisiko.

Menggunakan produk khusus untuk membersihkan vagina

Banyak produk kesehatan yang mengklaim dapat membuat vagina berbau segar dan bersih. Pada kenyataannya, produk ini tidak baik untuk vagina dan vulva. Dokter kandungan termasuk Gunter bahkan telah memperingatkan untuk tidak menggunakannya. Seringkali, produk ini mengandung aroma tambahan yang menurut dokter kandungan Dr. Donnica Moore bermasalah.

Wewangian berpotensi mengiritasi vagina dan menyebabkan peradangan, gatal, dan nyeri. Selain itu, Moore berpendapat jika seseorang sudah memiliki infeksi ragi atau infeksi vagina akibat bakteri dan mencoba membilas daerah tersebut dengan produk pembersih area kewanitaan, sebenarnya malah dapat mendorong bakteri lebih jauh ke dalam leher rahim dan memperburuk infeksi.

Penulis: Ramadhani | Editor: Pundi F Akbar