Sering Konsumsi Makanan Ini Berdampak Buruk Bagi Otak Anak

"kadar gula dan lemak yang berlebihan dapat menguras kadar protein kunci yang diperlukan"
ilustrasi (net)

KLIKPOSITIF -Perkembangan otak anak-anak dapat terhambat jika terlalu sering mengkonsumsi makanan berlemak. Ini sekaligus meningkatkan secara drastis risiko penyakit mental atau Alzheimer.

Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Molecular Psychiatry, kadar gula dan lemak yang berlebihan dapat menguras kadar protein kunci yang disebut Reelin, yang diperlukan untuk membantu neuron terhubung. Tanpa Reelin, fungsi otak melambat, menghambat fleksibilitas perilaku dan memori.

Dikhawatirkan, tingkat Reelin rendah dikaitkan dengan risiko penyakit Alzheimer di kemudian hari. "Perubahan ini dari usia muda adalah dampak dari makanan berlemak," kata salah seorang peneliti Urs Meyer, dari ETH Zurich.

Para peneliti memperingatkan penelitian ini sangat penting, karena masa remaja adalah waktu ketika selera makanan mereka meningkat dan mereka cenderung memiliki lebih banyak kebebasan untuk mengonsumsi apa yang mereka inginkan. Dan studi global yang menunjukkan bahwa dewasa ini para remaja lebih cenderung mengonsumsi makanan cepat saji untuk mengatasi rasa lapar mereka.

"Penelitian kami menyoroti bahwa kualitas makanan yang dikonsumsi oleh remaja juga mungkin sangat penting untuk pematangan optimal korteks prefrontal, "kata Marie Labouesse, penulis utama studi tersebut dilansir dari Dailymail. Dia menambahkan bahwa temuan ini menyatakan bahwa konsumsi makanan tinggi lemak selama masa remaja mengacaukan fungsi korteks prefrontal dewasa.