Tingkatkan Kepuasan Peserta, BPJS Kesehatan Cabang Bukittinggi bersama FKTP Evaluasi Kualitas Layanan Selama 2018

(Ist)

KLIKPOSITIF - Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) merupakan ujung tombak dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada peserta, untuk itulah selain mempunyai fungsi pelayanan kesehatan, FKTP juga berfungsi sebagai kanal promotif dan preventif (pencegahan).

Sebagai usaha untuk meningkatkan kualitas FKTP dengan berbasis pada penerapan pembayaran kapitasi berbasis pemenuhan komitmen pelayanan (KBK), BPJS Kesehatan Cabang Bukittinggi mengadakan Monitoring dan Evaluasi Pelayanan Kesehatan Tingkat Pertama selama Tahun 2018, Rabu (09/01).

baca juga: Pemerintah Subsidi Peserta BPJS Kesehatan Kelas III Mandiri

Hal ini dilaksanakan karena masih dirasa perlu dioptimalkan pelayanan yang diterima oleh Peserta JKN – KIS dan tantangan lain yang ditemukan di lapangan.

Kegiatan yang diikuti oleh 61 orang pimpinan FKTP swasta yang bekerjasama dengan BPJS Kesehatan di wilayah kerja Kantor Cabang Bukittinggi, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Bukittinggi Yessy Rahimi beserta staf.

baca juga: KPCDI Kembali Ajukan Gugatan Kenaikan Iuran BPJS Kesehatan ke MA

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Bukittinggi Yessy Rahimi menyampaikan dalam materinya, kualitas pelayanan kesehatan yang diberikan oleh Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) sangatlah penting, mengingat FKTP sebagai gatekeeper pelayanan kesehatan.

“Kualitas pelayanan merupakan komponen penting dalam penyelenggaraan Program JKN – KIS, BPJS Kesehatan telah melakukan berbagai upaya untuk menjaga kualitas layanan baik dari internal BPJS Kesehatan ataupun bersama Stakeholder dalam meningkatkan kualitas mutu pelayanan bagi peserta JKN – KIS secara efektif dan efisien.

baca juga: BURT DPR: Kaji Ulang Kenaikan Iuran BPJS Kesehatan

Penilaian terhadap FKTP melalui sistem Kapitasi Berbasis Kompetensi (KBK) dengan melihat pencapaian indikator yang meliputi beberapa aspek. Aspek pertama adalah angka kontak yang merupakan indikator untuk mengetahui tingkat aksesbilitas dan pemanfaatan pelayan primer di FKTP oleh peserta berdasarkan jumlah peserta JKN (Per nomor identitas peserta). Aspek kedua adalah rasio rujukan rawat jalan non spesialistik untuk mengetahui kualitas pelayanan di FKTP, sehingga rujukan sesuai indikasi medis FKTP. Selanjutnya yang menjadi indikator ketiga adalah rasio peserta Prolanis (program Pengelolaan Penyakit Kronis) yang rutin berkunjung ke FKTP yang mana indikator pelayanan penyakit kronis yang disepakati oleh BPJS Kesehatan dan FKTP terhadap peserta Prolanis.

“Jaminan Kesehatan yang dikelola BPJS Kesehatan memberikan kesempatan kepada seluruh peserta JKN mendapatkan pelayanan kesehatan yang komprehensif pada fasilitas kesehatan, melalui mekanisme sistem rujukan berjenjang dan mencakup seluruh jaminan pelayanan kesehatan, sepanjang memenuhi kriteria indikasi medis serta sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Oleh karena itu FKTP swasta maupun pemerintah  harus meningkatkan penerapan KBKP, hal ini dilakukan sebagai upaya peningkatan mutu pelayanan kesehatan di FKTP dan agar kegiatan KBKP dapat terlaksana dengan baik dan diharapkan peran dari Dinas Kesehatan untuk menjaga akreditasi fasilitas kesehatan. Masih ada FKTP yang belum menerapkan KBKP secara keseluruhan, diharapkan pada Tahun 2019 seluruh FKTP swasta telah menerapkan KBKP secara benar dan komprehensif.

baca juga: Iuran BPJS Naik, Ferdinand Demokrat Sebut Ada Niat Baik Pemerintah Tapi..

“Kami sangat menyambut baik pertemuanyang diadakan BPJS Kesehatan ini, karena melalui kegiatan ini kami bisa mengevaluasi pelayanan kesehatan yang telah kami berikan selama Tahun 2018, membahas kendala – kendala yang terjadi dilapangan dan tantangan kedepan yang dibahas mengenai kualitas pelayanan kesehatan di FKTP pada Tahun 2019” tutup Rada.

[Rilis]

Penulis: Khadijah