Tidur Siang Bisa Turunkan Risiko Serangan Jantung? Ini Penjelasannya

"tidak ada hubungan penyakit kardiovaskular yang ditemukan untuk tidur siang dalam durasi 5 menit hingga 1 jam lebih"
ilustrasi tidur (pixabay)

KLIKPOSITIF -- Tak hanya sekadar melepas lelah atau untuk beristirahat, faktanya tidur siang bisa bermanfaat jika dilakukan sesuai aturan. Hal tersebut terungkap dalam studi yang diterbitkan di Journal Heart.

Penelitian itu menyatakan bahwa orang yang tidur di siang hari berisiko 67 persen mengalami peningkatan risiko terkena penyakit kardiovaskular. Namun, bisa menurunkan risiko serangan jantung jika dilakukan sekali atau dua kali dalam seminggu.

Dilansir dari thehealthsite, dampak tidur siang pada kesehatan jantung telah banyak diperdebatkan sejak banyaknya penelitian tentang hal tersebut,tetapi gagal mempertimbangkan frekuensi tidur siang atau murni fokus pada penyakit mematikan kardiovaskular.

Dalam studi yang diterbitkan dalam Journal Heart, para peneliti melihat hubungan antara frekuensi tidur siang dan durasi tidur siang rata-rata dengan kasus kardiovaskular penyakit fatal dan non-fatal, seperti serangan jantung, stroke, atau gagal jantung di antara 3462 penduduk Lausanne, Swiss yang dipilih secara acak.

Setiap peserta berusia diantara 35 hingga 75 tahun saat direkrut antara 2003 dan 2016 untuk studi CoLaus. Pemeriksaan pertama dilakukan antara 2009 dan 2012 untuk mengumpulkan informasi mengenai pola tidur dan tidur mereka pada minggu sebelumnya, serta kesehatan mereka dipantau selama rata-rata 5 tahun.

Lebih dari setengah sekitar 58 persen peserta mengatakan mereka tidak tidur siang selama seminggu sebelumnya; sekitar 19 persen mengatakan mereka tidur siang satu atau dua kali; sekitar 12 persen mengatakan mereka tidur tiga hingga lima kali; sementara 11 persen lain mengatakan mereka tidur enam hingga tujuh kali.

Frekuensi tidur siang sering, yaitu antara 3-7 minggu lebih cenderung dilakukan laki-laki, perokok, berat badan lebih, dan tidak lebih lama dii malam hari dibanding mereka yang tidak tidur siang. Namun, mereka dilaporkan lebih sering mengalami kantuk di siang hari dan sleep apnea ... Baca halaman selanjutnya