Pemkab Ingin Wujudkan UHC di Pessel

"Kepesertaan JKN-KIS di daerah itu harus mencapai antara 90 hingga 95 persen"
Kabid Yankes Dinkes Pessel, Vera Kornita (KLIKPOSITIF/Kiki Julnasri)

PESSEL, KLIKPOSITIF -- Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat mendorong Universal Health Coverage (UHC) atau jaminan kesehatan semesta terlaksana dalam meningkatan Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) di daerah setempat.

"Saat ini kita terus mengupayakan UHC, bagaimana seluruh masyarakat kita terakomodir dalam JKN-KIS," ungkap Kepala Bidang (Kabid) Pelayanan Kesehatan (Yankes) Dinas Kesehatan Pesisir Selatan, Vera Kornita, Jumat 6 September 2019.

Dia menjelaskan, universal health hoverage adalah program yang memastikan masyarakat memiliki akses untuk mendapatkan pelayanan kesehatan tanpa harus menghadapi kesulitan finansial. Namun, untuk mencapai itu setidaknya, kepesertaan JKN-KIS di daerah itu harus mencapai antara 90 hingga 95 persen.

"Sementara kita saat ini baru 70 persen. Jadi belum bisa UHC," terangnya.

Untuk mendorong hal ini, pihak butuh dukungan dari semua pihak, terutama dari perusahaan-perusahan sebagai pemberi upah. Karena sejauh ini, masih banyak ditemukan yang belum menerapkan aturan yang ada.

"Jadi kami memohon, perusahan-perusahaan wajib mandaftarkan pekerjanya. Begitu juga dengan tenaga kontrak pemerintah, ini sudah mulai kami lakukan," terangnya.

Dari data Dinkes Pessel, sampai tahun 2019 jumlah peserta yang sudah menerima iuran JKN-KIS APBD dan APBN di daerah tersebut baru mencapai 227 ribu orang, dari 508 ribu jiwa penduduk (data BPS).

Sementara dari data total keseluruhan menurut data Dinkes, kepesertaan JKN-KIS di daerah itu baru mencapai 70 persen termasuk peserta mandiri, dan masih jauh dari angka 90 persen.

[Kiki Julnasri]