Imunisasi TT pada Ibu Hamil, Ini Manfaat dan Waktu Pemberiannya

"Infeksi yang disebabkan tetanus umumnya menginfeksi melalui luka dalam seperti tusukan, gigitan, luka bakar atau borok. Meski begitu, infeksi juga bisa terjadi akibat goresan atau tusukan kecil."
Ilustrasi (Net)
merekomendasikan untuk melakukan imunisasi TT pada ibu hamil sebanyak dua kali. Biasanya dokter akan memberikan suntikan pertama pada kehamilan trimester ketiga ketika usia kandungan 7 bulan.

Suntikan kedua umumnya diberikan 4 minggu setelah suntikan pertama. Sedangkan menurut rekomendasi WHO, suntikan ketiga bisa diberikan pada waktu 6 bulan setelah suntikan kedua. Suntikan ketiga ini bertujuan untuk memberi perlindungan pada lima tahun ke depan.

Imunisasi TT pada ibu hamil umumnya tidak memiliki efek samping parah. Pada beberapa orang efek samping tetanus dirasakan muncul bintil sementara di tempat suntikan, lalu muncul kemerahan, bengkak dan nyeri di tempat suntikan. Sebaiknya konsultasikan dulu dengan dokter sebelum mendapatkan suntik tetanus saat hamil, apalagi jika Anda memiliki riwayat alergi.

Kehamilan Kedua

Apabila Anda kembali hamil dalam waktu dua tahun setelah melahirkan, pemberian imunisasi TT pada ibu hamil tergantung pada riwayat vaksin sebelumnya. Jika sebelumnya mendapatkan dua dosis suntik tetanus saat hamil, dokter hanya menyarankan suntikan penguat vaksin.

Sedangkan jika jarak kehamilan pertama dengan kedua cukup jauh, dokter merekomendasikan untuk diberikan suntik tetanus atau vaksin Tdap (kombinasi vaksin tetanus-diphtheria-pertussis). Pemberian vaksin ini pada trimester kedua adalah sesuatu yang wajar untuk meminimalkan efek teratogenik, yaitu efek gangguan pada janin yang menimbulkan kecacatan atau malformasi anatomi pada pertumbuhan organ janin.

Pantangan Setelah Suntik TT

Beberapa obat yang dapat berinteraksi dengan vaksin ini adalah: obat ‘pengencer darah’ (Warfarin), kortikosteroid (hydrocortisone, prednisone), kemoterapi kanker, obat-obatan yang melemahkan sistem kekebalan tubuh (cyclosporine, tacrolimus).

Interaksi obat dapat mengubah cara kerja obat atau meningkatkan risiko Anda untuk mengalami efek samping yang serius. Jangan memulai, menghentikan, atau ... Baca halaman selanjutnya