Dermatitis Atopik Juga Bisa Diderita Orang Dewasa

" DA merupakan penyakit kulit kronis tersebut ternyata dapat menyerang semua umur dari bayi sampai dengan lansia lintas jenis kelamin."
ilustrasi: DA (net)

KLIKPOSITIF-Dermatitis Atopik (DA) merupakan masalah kulit yang lazim terjadi pada bayi atau anak-aank yang memiliki kulit sensitif. Ternyata DA merupakan penyakit kulit kronis tersebut ternyata dapat menyerang semua umur dari bayi sampai dengan lansia lintas jenis kelamin.

Menurut data World Allergy Organization sendiri, prevalensi penderita DA pada anak lebih tinggi dari orang dewasa dengan presentase sebesar 5-30% pada anak dan 1-10% pada orang dewasa dari seluruh populasi dunia.

Dilansir dari Suara.com dr. Anthony Handoko, SpKK, FINDV mengatakan bahwa DA merupakan penyakit kulit yang diturunkan secara herediter sehingga tidak mengenal terminologi 'sembuh', melainkan 'terkontrol'.

"DA dapat dicetuskan oleh banyak faktor, antara lain cuaca panas, perubahan cuaca, keringat yang banyak, debu, daya tahan menurun, stress dan gigitan seranggga. Secara umum penderita DA cenderung memiliki kulit yang cenderung kering, dan gejala utama pada penderita DA adalah merah dan gatal, sehingga sering disebut dengan istilah eczema atau eksim," kata dokter sekaligus CEO Klinik Pramudia.

Tentang DA pada dewasa dan manula terjadi umumnya faktor risiko yang menyebabkan DA pada dewasa dan manula adalah udara panas, sinar matahari, keringat tubuh, debu yang berlebih, bahan pakaian polyester dan wool, jenis kelembaban sabun, stress, pre-menstrual, makanan tertentu, bahan ditergent yang digunakan, dan menggunakan sesuatu dari bahan logam imitasi, karet dan plastik.

Pada prinsipnya, pasien dewasa dan manula akan merasakan gejala dan lokasi luka yang sama. Gejala utamanya berupa gatal kronis dengan variasi ringan sampai berat yang menimbulkan ruam dan dapat ditemukan dimuka, leher, punggung, tungkai, lipatan lengan.

Hal ini tentunya sangat mengganggu bagi kehidupan sosial karena akan menimbulkan rasa gatal dan tidak nyaman bagi pasien, bahkan dapat menumbuhkan rasa minder karena luka yang ditimbulkan.

Dokter ... Baca halaman selanjutnya