Dibandingkan Kota Lain di Dunia, Jakarta Diprediksi Lebih Cepat Tenggelam

"Para ahli menyebutkan kalau Jakarta tenggelam hingga 25 cm per tahun"
Kendaraan melintas di jembatan Semanggi, Jakarta. (Suara.com)

KLIKPOSITIF -- Apa jadinya jika rumah, lingkungan, bahkan kota tempat kamu tinggal tenggelam di bawah air laut? Inilah ancaman yang harus dihadapi penduduk DKI Jakarta. Ibu kota Republik Indonesia ini diprediksi dapat tenggelam lebih cepat dibandingkan kota-kota lain di dunia. Kenapa bisa seperti ini?

Menurut 9News, Jakarta berada di bawah beban pertumbuhan yang sangat cepat. Bahkan pertahunnya terjadi penurunan ketinggian di kota ini. Para ahli menyebutkan kalau Jakarta tenggelam hingga 25 cm per tahun. Ditambah lagi, adanya dampak peningkatan permukaan air lain.

Diprediksi kalau 95 persen wilayah utara bakal berada di bawah air pada 2050. Dan dapat menyebar ke wilayah lainnyanya di kota ini. Jakarta, menjadi rumah bagi 34 juta orang yang dinilai berlebihan. Juga sebagian dari mereka menjadi beban pembangunan yang berlebihan.

Tetapi penyebab utama dari prediksi tenggelamnya kota ini adalah 60 persen penduduk dan bisnis di Jakarta mengambil air langsung dari tanah. Hal ini karena infrastruktur pemerintah tidak mengikuti pertumbuhan kota ini, atau tidak mampu dimanfaatkan dengan baik.

"Ini bencana. Jika kita mengambil air tanah, tanah menjadi padat, jadi yang di atas menjadi lebih rendah dan lebih rendah," kata Profesor Heri Andreas, pakar penurunan tanah dari Institut Teknologi Bandung, seperti dikutip dari 9News.

"Beberapa bagian di Jakarta sudah tenggelam sekitar 4 meter sekarang dan di masa depan mungkin kita dapat memiliki 2 atau 3 meter lagi," lanjutnya.

Di Desa Kapuk Teko, nampak anak-anak menaiki rakit hias seperti di taman bermain, kuburan telah hilang, dan rumah-rumah ditopang panggung untuk bertahan dari air setinggi 2 meter. Selama banjir datang, banyak keluarga yang naik ke lantai dua rumahnya. Namun tidak semua rumah memiliki tingkat hingga dua lantai.

Bang Jiih, salah satu penduduk mengakui hidup dalam ketakutan karena air di sekelilingnya telah merenggut nyawa dua anak. ... Baca halaman selanjutnya