Kenapa Mendudukkan Anak di Jok Depan Mobil Dilarang? Ini Alasannya

ilustrasi anak duduk di jok depan mobil
ilustrasi anak duduk di jok depan mobil (net)

KLIKPOSITIF -- Meski Anda hanya pergi berdua dengan si kecil, sebaiknya Anda tidak mendudukkan anak di jok depan mobil. Lupakan alasan kasihan karena dia sendirian duduk di jok belakang.

Dilansir dari Safe Ride 4 Kids, disebutkan bahwa di beberapa negara sudah diberlakukan larangan anak di bawah usia 10 tahun untuk duduk di jok depan kendaraan.

baca juga: Ini Lima Manfaat Tidur Bersama Anak

Bahkan di Abu Dhabi, bagi yang melanggar aturan ini akan dikenakan denda hingga 400 Dirham atau sekitar Rp 1,5 juta. Mau tahu kenapa anak-anak memang sebaiknya duduk di jok tengah? Ini dia alasannya:

1. Risiko besar ketika terjadi kecelakaan
Jok depan mobil memiliki risiko paling besar ketika terjadi kecelakaan. Anak bisa mengalami cedera yang lebih parah akibat benturan. Meski dilindungi dengan berbagai fitur keselamatan seperti air bag, semua itu dirancang dan disesuaikan dengan postur tubuh orang dewasa, bukan untuk anak-anak.

baca juga: Kapan Waktu Terbaik Mengajarkan Anak Untuk Toilet Training?

2. Air bag justru bisa membahayakan
Ini karena air bag akan otomatis mengembang ketika mobil mengalami benturan atau kecelakaan, dengan kecepatan dan kekuatan yang sangat besar. Anak-anak yang tingginya belum setinggi orang dewasa, tubuhnya justru akan 'tenggelam' di dalam kantong udara tersebut. Kekuatan air bag juga akan menghantam tubuh anak, khususnya bagian kepala dan dada. Ini bisa diibaratkan anak ditonjok dengan sangat kencang di bagian wajah dan dadanya.

3. Anak belum memiliki refleks yang baik
Orang dewasa yang duduk di kursi depan bisa memeringatkan supir jika ada hal-hal yang berpotensi membahayakan. Dan jika terjadi kecelakaan, orang dewasa memiliki refleks yang memungkinkannya menghindar untuk meminimalkan risiko. Tapi, anak-anak tidak memiliki refleks sebaik orang dewasa. Sehingga ketika terjadi benturan atau kecelakaan, anak tak bisa menghindar dan berpotensi mengalami cedera lebih parah.

baca juga: Tidak Sekedar Tersenyum dan Tertawa, Ini Ciri Anak Bahagia

4. Anak-anak tak bisa duduk diam
Anak-anak cenderung tak bisa diam, entah berusaha berdiri, mencondongkan tubuh ke depan, atau bersandar ke dasbor. Tindakan ini tentu saja sangat berbahaya. Tak hanya mengganggu konsentrasi dan penglihatan sopir terhadap kondisi jalanan di sekitar, tapi juga membuat anak rentan mengalami benturan saat sopir melakukan pengereman mendadak. (*)

sumber: Suara.com

baca juga: Cara Merawat Gigi Bayi yang Baru Tumbuh, Bunda Perlu Tahu

Penulis: Agusmanto